Man Asri Penderita Penyakit Luka Parah Membutuhkan Uluran Tangan Dermawan -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Man Asri Penderita Penyakit Luka Parah Membutuhkan Uluran Tangan Dermawan

Minggu, 31 Januari 2021
Saat Man Asri alias Eyi diberi pengobatan secara graris oleh pensiunan Dinas Kesehatan Solok Selatan.


Solsel, fajarsumbar.com - Dingin mencekam di saat awan pagi itu masih tertutup kabut walaupun jarum jam sudah merangkak naik menunjukan pukul 07.00 Wib 


Jeritan kesakitan terdengar dari sebuah ruangan kamar tidur yang berdindingkan papan.


Seorang pria 46 tahun bernama Man Asri warga Jorong Kiambang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, (Sumbar) yang berdomisili di Jorong Ampalu, Nagari Alam Pauh Duo, tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa.


Laki laki tangguh itu, tidak pernah menyusahkan orang lain, sehingga sakit parah yang dideritanya itu hanya diketahui oleh keluarganya saja, bahkan istrinyapun tidak pernah mengeluh pada siapapun terhadap kondisi suaminya yang sudah terkapar sejak lama.


Man Asri yang sering dipanggil Ayi itu diketahui sakit setelah salah seorang teman  berkunjung ke rumahnya di depan Resto Asgar.


Melihat kondisi temannya yang sudah sakit parah itu (Luka menganga dan berbanah ditelapak kaki kiri) langsung diviralkan dimedia sosial.


Wartawan fajarsumbar.com pun tidak tinggal diam dan langsung mendatangi rumah Man Asri di depan warung Asgar.


"Waduuh, sakit, kapan penyakit saya ini sembuh, anak anak masih membutuhkan kasih sayang dan makan. Saya sudah enam bulan sakit dan tidak bisa lagi untuk menafkahi dua orang anak, berilah kesembuhan ya Allah," ujarnya.


Suara itulah yang terdengar dari balik dinding rumah semi permanen oleh fajarsumbar.com, sebelum melangkah ke dalam rumah tersebut.


Setiap hari dirasakan, saat ini wajahnya sedikit agak pucat, penyebabnya dia pucat selalu menyendiri dan berkurung di sebuah rumah semi permanen milik mertuanya.


Pintu rumahnya sering tidak dibuka, lantaran malu sama tetangga penyakit yang dideritanya. Sepertinya dia belum menerima penyakit yang didapatnya itu, makanya dia selalu mengurung diri di gubuk kecil itu.


Akibat mengurung diri, warga sekitar sedikit tidak mengetahui penyebab itu, barulah beberapa hari ini warga sekitar mengetahui kondisi Eyi.


Setiap hari dia merintih kesakitan, kaki kirinya tidak bisa digerakan akibat dari luka robek yang dialaminya sejak setahun yang lalu, kini luka itu semakin lama semakin menganga dan menyakitkan bagi Eyi panggilan sehari harinya.


Sang petani itu kini lunglai di kamar rumahnya sembari setiap hari membersihkan luka mengangga dipegelangan kaki kirinya, dan saat ini pria memiliki dua anak itu sangat membutuhkan bantuan dari para donatur.


"Melihat kondisinya sekarang, Istri dan anak anaknya tidak bisa mengapa ngapa, untuk makan saja sudah susah apalagi untuk membeli obat," tutur istrinya Hafzah 


Sejak suaminya menderita luka di pegelangan kaki kirinya, usaha untuk mengobati sudah berkali-kali, bahkan suaminya sudah pernah dioperasi untuk mengangkat penyebab penyakit itu, namun tidak membuahkan hasil. Malahan semenjak dioperasi lukanya semakin lama semakin parah, lukanya bukan sembarang luka, berair dan bernanah.


Sejak bulan Maret 2020 lalu, kondisi suami Saya sudah mulai tidak stabil, kaki luka itu selalu bengkak, untuk beraktifitas selalu dibantu, termasuk buang air besar.


Mendapatkan informasi seorang warga sakit parah, salah seorang Mantri (Mantari) Ramilus pensiunan Dinas Kesehatan, langsung mendatangi rumah Eyi dan memberikan bantuan pengobatan medis secara gratis, sehingga hari itu, Mantari Ramilus langsung nembersihkan luka dikaki korban.


Istri Man Asri Hafzah, keluarganya sangat berterimakasih kepada semua warga yang sudah peduli dengan kondisi suaminya, terutama kepada pemuda pemudi Saribu Rumah Gadang, kepada pak Mantari Rimilus yang sudah bersedia membersihkan penyakit yang diderita suaminya sampai dibersihkan.


Menurut keluarga, Eyi akan dirujuk ke rumah sakit M. Jamil Padang atas bantuan para donatur. (Abg)