Prevalensi Stunting Lima Puluh Kota, Tergolong Tinggi -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Prevalensi Stunting Lima Puluh Kota, Tergolong Tinggi

Rabu, 27 Januari 2021
Rapat tim

Lima Puluh Kota, fajarsumbar.com --- Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota , Dinas Kesehatan mengadakan Analisis Program Penurunan Stunting tahun 2021 di Aula Dinas Kesehatan, Selasa, (26/01/2021) 


Rapat ini dihadiri Tim Koordinasi dan Pokja Data, OPD Sensitif dan Spesifik, stakeholders terkait serta TPG se-Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam hal ini juga diperkuat dengan ditambahnya beberapa OPD yang terlibat dalam menekan jumlah kasus stunting yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota, diantaranya Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan,  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. 


Menurut data Riskesdes dari tahun 2007 sampai tahun 2018, jumlah kasus stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota terus meningkat, dan data tahun 2019 Kabupaten Lima Puluh Kota dijadikan salah satu Lokasi Fokus Penanganan Stunting secara nasional untuk tahun 2020 sampai dengan 2024. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, menunjukkan bahwa Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota cukup tinggi yaitu sebesar 40,1 % dan merupakan yang ketiga tertinggi di Sumatera Barat setelah Kabupaten Solok dan Kabupaten Pasaman. 


Penandatanganan Komitmen Kepala Daerah pada tanggal 3 Oktober 2019 di Jakarta untuk melakukan upaya percepatan pencegahan anak kerdil (Stunting) di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan melaksanakan 8 aksi konvergensi penanganan Stunting, diantaranya 1. Analisis Situasi (untuk penetapan lokus) 2. Pemetaan Program Kegiatan (Perencanaan dan Penganggaran) 3. Pelaksanaan Rembuk Stunting 4. Penyusunan Peraturan Bupati tentang Kewenangan Nagari 5. Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia di Nagari 6. Melakukan Analisis Sistem Manajemen Data 7. Pengukuran dan Publikasi 8. Review Kinerja Stunting. 


Menentukan Lokus Penanganan Stunting Tahun 2022, dengan berpedoman pada hasil publikasi data stunting hasil penimbangan masal bulan agustus tahun 2020, dimana diperoleh ada 10 Nagari yang dinyatakan berstatus merah, antara lain: Situjuah Banda Dalam, Tarantang, Suliki, Sei.Rimbang, Tj.Bungo, Br.Gunuang, Koto Tangah, P. Gadang, Talang Anau, Koto Tinggi, Manggilang dan G.Malintang. namun dari beberapa daerah tersebut ada beberapa daerah yang di jadikan lokus ( Lokasi Fokus ) dalam penanganan kasus stunting pada anak, yaitu Nagari Talang Anau dan Pandam Gadang, karna menjadi daerah dengan persentasi kasus stunting yang mencapai 26%. Data ini masih dapat berubah dikarenakan belum semua OPD mengisikan data cakupan layanan antara lain: Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, DP2KBP3A. 


Dalam hal ini tim penanganan stunting juga berencana akan Menggaet akademisi, dunia usaha dan perantau untuk berkerjasama dan berkolaborasi dalam penanganan stunting. Aksi 1 ini merupakan tahap awal dalam penanganan stunting, dan pada tahapan selanjutnya para OPD dan stakeholder yang terlibat akan mempersentasikan program rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk menekan jumlah kasus stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota.(ul)