Revitalisasi TMSBK Habiskan Anggaran Rp24,3 Miliar -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Revitalisasi TMSBK Habiskan Anggaran Rp24,3 Miliar

Rabu, 13 Januari 2021

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Bukittinggi Supadria.


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Revitalisasi TMSBK menghabiskan anggaran  Rp24,3 miliyar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi Supadria di TMSBK (Kebun Binatang) Bukittinggi, Rabu (13/1/2021).


Menurut dia, sejak disusun master plan 2018 pada APBD Dispora 2019 telah dilaksnakan pembangunan kandang tahap I  struktur pada zona burung dan zona reptil dengan anggaran Rp9,1 miliyar.


Dilanjutkan pada Tahun 2020 yang meliputi finizing dan utilities pada zona burung dan reptil, pembangunan zona karnivora kandang Harimau dan terowongan harimau  beserta sarana dan prasarananya dengan angaran Rp14,4 Miliyar, ujarnya.


Lebih lanjut kata Supadria, repitalisasi besar-besaran ini telah merubah wajah kebun binatang sebelumnya dimana hewan dibuat sejahtera dan sehat dan jalur jalannya dirancang sedemikanrupa (satu jalur) sehingga tempat masuk dan keluarnya berbeda (Indor dan  Outdoor).


Sementara kandang Harimau didisein sedemikianrupa, binatang ini mulai langka dan dilindungi yang harus mendapat lebih sejahtera dan mendapat kenyamanan dalam kandang kaca ini. Pengunjung dapat berinteraksi dengan dekat berbatas kaca setebal 26 mm, namun tetap mengutamakan keamanan pengunjung.


Sampai saat ini total dana yang telah dipergunakan Rp24,3 miliyar, sementara untuk tahun anggaran 2021 sebesar RP200 juta yang akan dipergunakan pasilitas dalam kandang.


Ditambahkan Supadria, setelah dipakainya beberapa kandang, Aviary, reptil, walaupun dalam suasana Covid-19 telah meningkatkan jumlah pengunjung otomatis pemasukan untuk PAD juga meningkat, ungkapnya.


Dalam hal ini disampaikan bahwa keberadaan TMSBK dan Benteng Fort de Kock mempunyai mahnik tersendiri bagi wisatawan dari Kabupaten/Kota di Sumbar maupun yang datang dari luar Sumbar, Bengkulu, Palembang, Jambi, Riau dan Sumatera Utara, ujarnya. (gus)