Padang Panjang Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Padang Panjang Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka

Jumat, 08 Januari 2021
Wakil Walikota  Padang Panjang  Drs.  Asrul  ketika meninjau salah satu sekolah yang akan melaksanakan belajar tatap muka mulai  Senin  mendatang.


Padang Panjang, fajarsumbar.com Kota Padang Panjang  siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dimulai Senin, 11 Januari.


Kesiapan itu dinyatakan Wakil Walikota, Drs. Asrul menyatakan itu setelah melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah di semua tingkatan, Jumat (8/1).


Peninjaiam dilakukan dua tim,  masing-masing dipimpin Wakil Walikota,  Drs.  Asrul dan Ketua DPRD Mardiansyah.


"Kami meninjau sejumlah sekolah dari semua tingkatan.  Alhamdullilah kesiapan cukup bagus. Insyaa Allah tetap muka bisa dilaksanakan Senin depan", kata Asrul. 


Kesiapan sudah dimulai dengan melakukan test swab pada  guru. Kemudian dari pengamatan di sejumlah sekolah,  sudah menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyediakan tempat cuci tangan, thermogun, kelas dengan jarak dan jumlah yang diatur. 


"Murid dan siswa yang akan mengikuti PTM mendapat izin orang tua. 


Diakui ada beberapa orang tua yang tidak mengizinkan tatap muka. Kita tidak memaksa, siswa bisa belajar secara daring," lanjut Asrul.


Terkait sekolah berasrama, siswa yang akan masuk harus disertai dengan surat keterangan bebas Covid-19.


"Jika bila belum memiliki surat keterangan, bisa menghubungi pihak sekolah. Pemko akan memfasilitasi swab gratis. Sampai hasilnya keluar, murid diisolasi," jelas Asrul


Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Drs. M. Ali Thabrani, M.Pd  mengatakan, menyikapi SKB menteri perihal PTM di semester  genap, pihaknya langsung membentuk tim yang memastikan semua sekolah siap dari segi sarana dan prasarana. 


"Semua sudah memenuhi syarat. Guru sudah diswab, kesiapan administrasi, persetujuan orang tua dan komite sekolah. Siswa tidak dipaksa PTM, bila tidak berkenan bisa dengan pembelajaran jarak jauh," katanya.


Menurut Ali Thabrani, jumlah guru dan tenaga pendidik yang sudah diswab di bawah naungan Disdikbud  1.249 orang. Kemenag 707 orang. Di bawah naungan Provinsi Sumbar, SLTA 264 guru, SMK  362 guru dan SLB 47 guru. 


"Bila guru dinyatakan positif, akan diisolasi. Hasilnya sudah keluar sebelum pelaksanaan PTM," katanya. 


Sekolah yang ditinjau SMPN 3, SD 11 Ekor Lubuk, SMAN 1, SMPN 5, SMPN I, SD kompleks di Kelurahan Gumala , SMAN II, dan SMA I Sumbar. (syam)