Ancaman Covid-19 Membuat Warga Enggan ke Luar Negeri -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Ancaman Covid-19 Membuat Warga Enggan ke Luar Negeri

Selasa, 12 Januari 2021
Kepala Kantor Imigrasi Klas II TPT Kabupaten Agam Oeray Gufran Maryudha A.Md ,Im SH


Bukittinggi, fajarsumbar.com - Warga yang mengurus permohonan paspor selama 2020 menurun, jika dibandingkan tahun 2019 di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam. Hal itu disebabkan mewabahnya pandemi Covid-19 yang melanda melebihi 200 negara di belahan dunia.


Hal itu dibenarkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, Oeray Gufran Maryudha A.Md, Im, SH kepada wartawan di ruang pertemuan Imigrasi di Kecamatan Baso Kab.Agam, Selasa (12/1/2021).


Menurut dia, pada tahun 2020 terjadi penurunan dratis masyarakat membuat Paspor baru maupun perpanjangan. Permohonan paspor turun  drastis dari 32.602 pemohon pada 2019 dan turun 8.374 pemohon pada 2020. Diprediksi beberapa negara masih menutup kedatangan warga negara asing ke negara mereka, termasuk warga Indonesia, sehingga pada 2021 minat warga ke luar negeri terus berkurang.


Ini semua disebabkan dari berjangkitnya wabah Covid-19, beberapa negara tujuan telah menutup kunjungan terhadap orang asing ke negara mereka.


Biasanya negara yang banyak dikunjungi, Malaysia, Arab Saudi dan beberapa negara tetangga lainnya. Masyarakat Minangkabau yang religius mengurus paspor untuk berangkat umroh atau berdagang. "Jarang ditemui Orang Minang yang berangkat keluar negeri menjadi tenaga kerja wanita (TKW)," ujarnya.


Lebih lanjut kata Oebay, untuk izin tinggal kunjungan (ITK) menurun tajam 2019 sebanyak 142 orang turun menjadi 63 orang pemohon tahun 2020 (65 persen).


Permohonan izin tinggal terbatas (ITAS) yang pemohonnya adalah yang melakukan parkawinan campuran (beda negara) 67 orang Tahun 2019 turun 2020 64 pemohon (4,5 persen).


Permohonan izin tinggal tetap (ITAP) yang pemohonnya berasal dari level Direktur  Pengusaha yang berinfestasi disini meningkat Tahun 2019 ada 4 orang Tahun 2020 meningkat 7 orang pemohon (250 persen).


Permohonan Exit Permit Only adalah surat untuk warga negara asing yang ingin keluar setelah mendapatkan ITAS 5 tahun,  dari 20 pemohon turun menjadi 4 pemohon (80 persen)


Namun untuk permohonan REP/MREP permohonan untuk kembali ke Indonesia untuk mendapatkan ITAP lima Tahun kedepan,  8 pemohonTahun 2019 meningkat Tahun 2020 naik 19 pemohon (137,5 persen). (gus)