U-23 untuk SEA Games 2021 Terancam Gagal -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

U-23 untuk SEA Games 2021 Terancam Gagal

Kamis, 28 Januari 2021

ilustrasi


Jakarta, fajarsumbar.com - Rencana PSSI dan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong menggelar pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games 2021 pada 8 Februari terancam gagal.


Hal ini dikarenakan pemerintah masih menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diperpanjang sampai 8 Februari mendatang.


Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri membenarkan jika sebelumnya ada rencana menggelar TC Timnas Indonesia U-23 di Jakarta mulai 8 Februari mendatang. Namun, sampai saat ini PSSI masih belum bisa memberikan kejelasan soal kepastiannya.


"TC baru rencana. Enggak gampang buat kegiatan apapun di masa pandemi dan adanya PPKM. [Perpanjangan PPKM sampai 8 Februari] yakin tidak diperpanjang lagi? Makanya saya cuma bisa jawab masih direncanakan," kata Indra Sjafri, Rabu (27/1/2021) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM lantaran kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Penerapan PPKM dibuat untuk sebagian wilayah Pulau Jawa dan Bali.


Dalam delapan poin terkait PPKM yang diumumkan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, salah satunya memberlakukan penutupan fasilitas umum. Sementara saat menggelar TC, Timnas Indonesia U-23 menggunakan fasilitas umum di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.


Kebijakan itu turut mempengaruhi program pelatihan yang telah dibuat Shin Tae Yong. Terutama setelah Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 dibatalkan akibat pandemi Covid-19.


"Kami sepakat kesehatan dan patuh aturan jadi pilihan kami. Jadi kami bersama pelatih merencanakan dan keputusan lihat nanti. Termasuk sepak bola wanita dan kegiatan lainnya," ujar Indra Sjafri.


"Banyak orang selalu berpikir ini seperti masa normal. Ini ada wabah pandemi yang kita harus hati-hati dan membantu pemerintah untuk mengatasi pandemi ini. Jadi tolong jangan berpikir kita masih hidup di situasi normal," imbuhnya. (*)