Di Padang Panjang, Foto KTP Bisa Sesuai Selera -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Di Padang Panjang, Foto KTP Bisa Sesuai Selera

Rabu, 17 Februari 2021
Bikin KTP-el. Fotonya suka-suka pemilik.


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Rachel  Fauty Zahra (22) dan Febrina Rasida (17), menghadapkan wajahnya ke kamera. Mimik wajah mereka biasa saja. Layaknya orang berkodak untuk dokumentasi resmi. Datar dan hambar.


Melihat kondisi itu Frantama Ramadhan (26), operator perekaman KTP elektronik (KTP-el) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Padang Panjang, mencoba memecah suasana. “Senyum dong,” guraunya.


Mendapat angin segar serupa itu, kedua perempuan yang dilayani di waktu yang tak bersamaan tersebut, mencoba memanfaatkan momen. Senyum manis diluncurkan. Semanis-manisnya, sesuai selera. Kapan lagi bisa punya foto bagus di KTP yang berlaku seumur hidup itu. Begitu pikir mereka.


Setiap hasil jepretan, Rachel dan Ina (panggilan akrab Febrina-red) bisa melihat hasilnya di monitor yang tersedia. Tak puas dengan hasilnya, mereka minta ulang lagi, sampai mereka puas sepuas-puasnya.


“Saya minta ulang sampai tiga kali. Di hasil foto terakhir, saya sangat puas. Maka jadilah foto itu sebagai foto di KTP pertama saya ini,” kata Ina, siswi SMK 1 kelas XI yang berdomisili di Solok Batuang, Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur (PPT) itu kepada Kominfo, Rabu (17/2).


Ina malahan sempat pula memonyongkan mulutnya, seperti foto-foto selfie anak-anak jaman now. Tapi, gaya foto itu, tidak dipilihnya sebagai foto KTP-nya. Ina memutuskan pilihannya ke gambar dirinya yang tengah tersenyum manis.


Tak jauh beda dengan Ina, Rachel juga mengaku merasa puas. Dibandingkan KTP pertamanya ketika masih berdomisili di Jakarta, KTP terbarunya jauh lebih bagus. 


“Pencahayaannya bagus. Flash tidak menumpuk di tengah. Saya pilih yang terbagus, setelah berkali-kali difoto operator,” sebut Rachel yang pindah domisili dari Jakarta ke RT 4, Kelurahan Koto Katik, PPT itu.


Layanan Disdukcapil dalam perekaman administrasi kependudukan ini, adalah inovasi terbaru. Namanya Spot Rehat (Spot Perekaman KTP dengan hasil terbaik). Terinspirasi dengan viralnya tangkapan layar hasil foto KTP yang beredar di media sosial belakangan ini. Ada foto KTP cantik, foto KTP dalam keadaan tertawa, bahkan ditemukan foto KTP dengan mata terpejam segala. 


“Kami membuat sebuah inovasi sederhana, namun sangat berarti bagi pemilik KTP. Berbeda dengan Dukcapil di kota-kota lain, di Dukcapil Padang Panjang masyarakat bisa melihat hasil foto dengan tambahan layar monitor yang disediakan untuk melihat hasil fotonya. Mengingat pas foto pada KTP akan kita gunakan seumur hidup, maka kami berupaya agar KTP keluaran Disdukcapil ini, semuanya bagus dan rancak-rancak. Kami tidak mau pemilik KTP tidak percaya diri dengan pas foto ala kadarnya,” papar Kadis Dukcapil, Dra. Maini, MM.


Di samping menyediakan monitor tambahan, lanjut Maini, dirinya juga menginstruksikan kepada operator perekaman KTP untuk selalu mengonfirmasi kepada masyarakat, apakah suka dengan hasil foto yang diambil. 


“Kalau memang fotonya belum bagus menurut mereka, maka operator akan memoto lagi, sampai foto yang didapat memang sesuai dengan keinginan masyarakat. Dan ini tidak ada batasan. Apakah dua kali foto, tiga kali foto atau tujuh kali foto, terserah,” ujarnya. 


Baik Ina maupun Rachel, senang dengan kebijakan Dukcapil ini.  “Saya suka, punya foto KTP sesuai maunya kita…” (*/syam)