DPO Curat Tertangkap di Warnet -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

DPO Curat Tertangkap di Warnet

Senin, 01 Februari 2021
DPO yang ditangkap di warnet.

Labuhanbatu, fajarsumbar.com - Dipimpin Panit 1 Reskrim Polsekta Kotapinang, Iptu Gunawan Sinurat, Tekab berhasil menangkap tersangka DPO pencurian dengan pemberatan (curat) yakni DDRP alias Doni (16), warga Kampung Banjar II, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (1/2/2021) sekira pukul 00.30 WIB


Tersangka DPO yang merupakan residivis ini ditangkap atas LP/197/Res 1.8/ I/2020/SPKT/SU/LBS/SEKTA KOTA PINANG, tgl 14 Nopember 2020, pelapor An Eka Ningsih Sibarani."Benar dini hari tadi, tim Tekab menangkap DPO kasus curat," ujar Kapolsekta Kotapinang, AKP Bambang G Hutabarat kepada wartawan, Senin (1/2/2021).


Kata AKP Bambang G Hutabarat, kronologis kejadian hari Sabtu (13/11/2021) sekira pukul 21.00 WIB telah terjadi pencurian barang-barang dari dalam kios Ar Razzaq Shop milik korban Eka Ningsih Sibarani yang dilakukan tersangka DDRP alias Doni bersama temannya bernama AFH alias Aldi yang sudah duluan tertangkap.


Pelaku melakukan aksinya dengan cara membuka baut engsel pintu lipat kios Ar Razzaq Shop dengan menggunakan obeng, setelah lepas kemudian tersangka DDRP alias Doni masuk kedalam kios dan mengambil barang - barang dari dalam kios tersebut berupa Speaker, Jam tangan, Power Bank, Kacamata anti radiasi dan parfum.

Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan mengalami kerugian sebesar Rp. 3,000,000.


Lebih lanjut, kronologis penangkapan kata AKP Bambang G Hutabarat, hari Selasa (1/2/2021) sekira pukul 00.30 WIB, Tekab Polsekta Kotapinang mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan tersangka DDRP alias Doni dan berhasil menangkapnya di sebuah warnet di Jalan M. Yamin Kelurahan Kotapinang. 


Dari hasil introgasi petugas, diketahui bahwa tersangka adalah residivis karena sebelumnya pernah masuk penjara akibat melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan pada awal tahun 2020 dan menjalani hukuman selama 7 bulan di Lapas Kotapinang. (Randi)