Gandeng Media Online, ITP Siap Membumi ke Mancanegara -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Gandeng Media Online, ITP Siap Membumi ke Mancanegara

Rabu, 17 Februari 2021

Rektor ITP, Hendri Nofrianto didampingi Wakil Rektor II, Yusreni Warmi bersama sejumlah media, Rabu (17/2/2020). (ist)

Padang, fajarsumbar.com - Institut Teknologi Padang (ITP) menggandeng media, terutama media online untuk membumikan perguruan tinggi tersebut tidak saja nasional, namun juga internasional. Sebab media yang berbasis internet tersebut banyak dibaca di dalam negeri, bahkan juga dari luar negeri.


Perguruan tinggi yang cukup ternama dan telah menghasilkan ribuan lulusan tersebut terus berupaya menjaga mutu dan berupaya menggandeng media terutama online agar perguruan tinggi tersebut makin terkenal sampa ke luar negeri.


"Kami terus berupaya menjaga mutu lulusan sekaligus menginformasikan kepada seluruh warga Sumbar, Indonesia bahkan internasional. Salah satunya menginformasikan berbagai keberhasilan, bisa rekan-rekan ekspose di media online, sehingga masyarakat tahu apa keberhasilan yang telah dicapai ITP ini," ujar Rektor ITP, Hendri Nofrianto di hadapan para wartawan di ruang pertemuan kampus tersebut, Rabu (17/2/2020).


Seiring perkembangan tekhnologi, informasi sangat mudah diperoleh bahkan dunia dalam genggaman. Tinggal ambil hand phone android dan bersilancar internet untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. 


Nampaknya peluang tersebut ditangkap oleh ITP untuk memajukan perguruan tinggi yang termasuk tertua di Sumbar tersebut dengan menggandeng media online untuk menginformasikan ke dunia luar berbagai kemajuan perguruan tinggi tersebut.


Hendri yang didampingi Wakil Rektor II, Yusreni Warmi menambahkan, ITP juga telah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM). Hal itu berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Hak mahasiswa untuk belajar tiga semester di luar program studi. Terkait hal itu ITP telah didanai untuk menuju kurikulum MBKM sebanyak tiga prodi yakni Geodesi, Teknik Sipil dan Teknik Elektro. Tiga prodi tersebut sudah didanai tahun 2020. 


ITP terus berupaya agar seluruh program sarjana yang ada di ITP didorong untuk memakai kurikulum MBKM. Ada enam program sarjana yang ada di ITP, baru tiga prodi yang telah didanai menjadi kurikulum MBKM.


Disebutkan, ITP terus menjaga mutu ulusannya agar dapat diterima di dunia kerja, bukan menambahkan pengangguran setelah tamat. "Insya Allah tamatan ITP banyak dilirik BUMN maun swasta. Lulusan kami siap kerja, bahkan mereka belum selesai kuliah sudah banyak dunia usaha yang melirik. Kami akan terus mempertahankan mutu lulusan," tambahnya.


Terkait kerjasama dengan dunia kerja dan industri, ITP pun telah melakukan hal itu. Seiring dengan keinginan pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa perguruan tinggi harus melakukan kerjasama dengan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (Iduka), ITP pun telah melakukan hal tersebut.


Sementara Wakil Rektor II, Yusreni Warmi juga menambahkan adanya program MBKM membuat masyarakat lebih dengan ITP. Kuliah di ITP, mahasiswa memiliki peluang sebanyak dua semester mengikuti program pertukaran mahasiswa dan sebagai mahasiswa magang di kampus-kampus nasional.


"Dalam semester ini, kita sudah mengirim mahasiwa kita ke Universitas Gajah Mada (UGM) untuk student excahnge sebanyak tujuh orang. Insya Allah pada bulan Maret ini kita juga mengirim mahasiswa kita untuk magang," katanya.


Untuk mahasiswa magang, kata dia, sudah banyak perusahaan yang sudah bisa menerima. Namun karena kondisi Covid-19 sebagian perusahaan terpaksa mendeley skedul penerimaan mahasiswa magang.


"Namun, ada sebuah perusahaan di PT Citra Inovasi sudah bersedia menerima mahasiswa ITP sebanyak 7 orang. Yakni 5 orang dari prodi elektro dan dua orang dari studi mesin," imbuhnya.


"Kemudian di perusahaan itu akan memberikan fasilitas kepada mahasiswa kita berupa transportasi dan uang saku selama enam bulan," ujarnya.


Disebutkan ITP terus melebarkan sayapnya dengan menggandeng perguruan tinggi dengan melakukan kerjasama, tidak saja di Indonesia bahkan sampai ke negara tentangga. 


"ITP pun telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi tidak saja di dalam negeri, bahkan ke luar negeri seperti Universitas Malaya, Malaysia dan University of Bristol Inggris," ujarnya.(ab/roni)