IAIN Batusangkar Adakan Focus Group Discussion Secara Virtual -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

IAIN Batusangkar Adakan Focus Group Discussion Secara Virtual

Kamis, 18 Februari 2021
Rektor IAIN Batusangkar foto bersama dalam acara FGD, Kamis (18/2/21).

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Upaya pengembangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar terus dijalankan, terutama sumber daya manusia yakni dosen, sebagaimana diketahui dosen adalah salah satu faktor strategis dan doniman, yang menentukan tingkat kebarhasilan mahasiswa di perguruan tinggi, dalam proses tranformasi ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi.


Hal ini di sampaikan Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc dalam Focus Group Discussion (FGD), dengan mengambil tema Strategi Percepatan Karir Dosen Berdasarkan Aturan Jabatan Fungsional (Jafung).


Humas IAIN Batusangkar Doni menyampaikan kepada fajarsumbar.com dalam pesan whatsapp, acara ini dihadiri seluruh dosen IAIN Batusangkar dengan sistem secara daring atau virtual melalui zoom meeting dan juga langsung di auditorium kampus I IAIN Batusangkar, Kamis (18/2/2021). 


Narasumber pada FGD Strategi Percepatan Karir Dosen IAIN Batusangkar ini, dengan menghadirkan Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. dan Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D


Lebih lanjut Marjoni Imamora menyampaikan, sekarang IAIN Batusangkar memiliki dosen sebanyak 226 dosen tetap, 1 guru besar, 28 lektor kepala, 88 lektor dan 109 assisten ahli, dari data ini kita berupaya memacu pengembangan SDM, dalam peningkatan kualitas dan kuantitas dosen di IAIN Batusangkar.


"Untuk peningkatan kesejahteraan berbasis penilain kinerja, dimana kita menargetkan kedepannya akan bisa melahirkan 15 orang guru besar (Profesor) dan lektor kepala sebanyak 75 orang sampai tahun 2024," ucap Rektor. 


Sebelumnya Rektor juga menyampaikan dengan kehadiran Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Rektor Universitas Negeri Padang, momentum dan persiapan IAIN Batusangkar, dalam program akselarasi percepatan guru besar, bisa terwujud cepat. 


"Upaya IAIN Batusangkar dalam perjuangan transformasi lembaga menjadi Universitas Islam Negeri, dimana harus adanya guru besar di perguruan tinggi, ini salah satu syarat dari alih status IAIN menuju UIN," ujar Marjoni. 


Pada kesempatan yang sama Rektor IAIN Batusangkar mengatakan berupaya, terutama memperkokoh Integrasi ilmu agama dan ilmu umum, sebagai kampus syiar Islam yang bereputasi global, tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal, yang kita sebut dengan UIN Refleksi Surau di masa kini.


Melalui FGD ini kami atas nama keluarga besar IAIN Batusangkar mengucapkan terimakasih kepada Prof. Ganefri, Ph.D, yang telah mendukung proses alih status IAIN Batusangkar, dengan mensupport 5 orang guru besar, "mudah-mudahan kerjasama yang telah terjalin ini dapat terus kita tingkatkan untuk masa yang akan datang," pungkas Rektor. (fdy)