Mifta dan Aditya Berjuang Bekerja ke Jepang-Korea -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Mifta dan Aditya Berjuang Bekerja ke Jepang-Korea

Selasa, 23 Februari 2021
Aditya dan Mifta siap jadi pekerja migran.


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Postingan peluang untuk bekerja ke Jepang dan Korea dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) beredar di group Whatsapp RT 10 Kelurahan Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur akhir Januari lalu. 


Miftahul Rizki (24) pun girang mendapatkan kabar yang diteruskan ibunya dari grup itu lewat seluler. 


Korea adalah negeri yang lama dia impikan. Gadis lulusan Fakultas Pertanian Universitas Andalas ini mengaku, selain penyuka K-Pop sejak SMA, bekerja di Korea akan menjadikan  pengalaman berharga.


"Terpancing saja langsung ikut. Kan saya K-Popers  sejak SMA," ujarnya sedikit bergurau.


Mifta lantas mempersiapkan diri. Tak sia-sia, dari 55 orang yang mendaftar, Mifta lulus seleksi tahap awal dan berhak mengikuti pelatihan bahasa Korea selama dua bulan.  Pelatihan dibuka Walikota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano di Aula Senja Kenanganan, Senin (22/2).


Dari informasi yang didapat, kata Mifta, ada permintaan untuk lulusan pertanian. 


"Sebagai lulusan pertanian, nantinya bekerja pada perusahaan pertanian, melakukan pembibitan, perawatan tanaman sampai panen dalam sebuah ruangan. Ini bila saya bekerja di Korea nanti," katanya.


Permintaan bekerja di Korea, kata Mifta juga diperuntukkan kepada lulusan perikanan, dan manufaktur. 


"Buat teman-teman yang ingin bekerja di luar negeri, peluangnya besar. Semangat dan terus bekerja keras. Bila tak lulus tahun ini, bisa dicoba tahun depan," ungkapnya.


Peluang kerja juga diperoleh Aditya Fortuna Olia (23). Lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah ini lulus seleksi tahap awal bekerja ke Jepang. 


Dari 54 orang yang mendaftar, 15 orang lulus termasuk dirinya. 


"Dari kecil saya memang sudah bercita-cita ingin ke Jepang. Saya tertarik banyak hal tentang Jepang, termasuk budayanya. Saya ingin sekali bisa bekerja di situ," katanya.


Permintaan bekerja ke Jepang, kata Aditya beragam. "Bekerja sebagai perawat, bekerja di hotel, laundry, pabrik baju dan manufaktur," katanya.


Aditya berharap dapat bekerja di luar negeri untuk membantu orang tuanya. "Harapannya bisa menjadi tulang punggung keluarga," ujarnya. 


Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Sumbar, Joko Purwanto S.Sos mengatakan, peluang kerja ke luar negeri sangatlah besar. Saat ini, Jepang membuka peluang kerja kepada 345.000 warga Indonesia. Kemudian Korea membuka peluang untuk 500.000 orang dari 16 negara Sending Country. "Indonesia baru mengirimkan 7.000 pekerjanya ke Korea," ungkapnya.


Sementara itu, Wako Fadly mengimbau calon pekerja yang akan ke luar negeri ini, memiliki fighting spirit dan mampu bersaing. "Tanamkan saya bisa. Milenial serba bisa, yang memiliki jiwa kompetitif. Persiapkan mental dari sekarang," katanya.


Bekerja ke luar negeri, kata Fadly, harus kuat hati, lahir dan bathin. Karakter kedisiplinan dan mentalitas harus dimiliki. "Menguasai, mengontrol diri, itu yang membedakan kita dengan orang lain," ujarnya. (*/syam)