Sengketa Perluasan Bandara Rokot Temui Titik Terang -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Sengketa Perluasan Bandara Rokot Temui Titik Terang

Selasa, 02 Februari 2021
Suasana mediasi sengketa tanah perluasan Bandara Rokot, Mentawai.


Mentawai, fajarsumbar.com - Sengketa tanah perluasan Bandara Rokot, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya dapat solusi dan menemui titik terang.


Sengketa Lahan Kaum Batu Laggai dengan keluarga Arpaksad Sababalat, berhasil dimediasi oleh pemerintah daerah (Camat Sipora Utara dan Sipora Selatan) bersama Kapolsek dan Danramil, Senin (1/2/2021).


Komandan Koramil 03 Pulau Sipora, Kapten Inf J.Sihaloho, Selasa (2/2/2021) menuturkan Kaum Batu Laggai disebut sebagai pihak pertama menyatakan tidak mempermasalahkan keluarga Arpaksad maupun pemerintah.


Pemilik Lahan 007 adalah Kaum Batu Laggai, adakan pengukuran kembali lahan 007 biar lebih akurat. Meminta musyawarah dengan pihak pemerintah dan semua OPD di kantor bupati. Meminta pengembalian nama Lahan 007 atas nama Kaum Batu Laggai.


Sementara, keluarga Arpaksat Sababalat disebut sebagai pihak ke dua menyatakan, keluarga Arpaksat Sababalat mengakui bahwasanya lahan 007 adalah hak milik Kaum Batu Laggai.


Keluarga Arpaksad Sababalat bersedia mengembalikan uang ganti rugi sesuai dengan luas lahan milik Kaum Batu Laggai dan atas persetujuan dan sepengetahuan semua Kaum Batu Laggai.


Dikatakan Danramil, musyawarah bukan mencari menang atau kalah, akan tetapi musyawarah dan gotong royong merupakan bagian dari falsafah hidup bangsa, yaitu Pancasila Point yang ke 4, tegas Danramil.


"Harapan kita adalah uang ganti rugi ini dapat dikoordinasikan secara kekeluargaan tanpa ada pihak yang dirugikan, "ujar J Sihaloho.


Musyawarah selanjutnya dihasilkan keputusan dan dituangkan dalam berita acara dimana Kaum Batu Laggai menyampaikan permohonan kepada perintah daerah Mentawai.


Kaum Arpaksat Sababalat mengakui lahan 007 adalah hak Kaum Batu Laggai dan bersedia memulangkan ganti Lahan 007 sebesar Rp250.000.000, dengan luas + 4 Ha.


Kaum Batu Laggai tidak melarang akan adanya Pembangunan Bandara Rokot. Kaum Batu Laggai tidak akan menuntut penambahan ganti rugi tanah yang telah ditentukan oleh KJPP.


Pihak Batu Laggai memohon kepada Pemda Mentawai agar mengembalikan nama Lahan 007 atas nama Kaum Batu Laggai. Meminta kepada Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk menyekolahkan anak anak kaum Batu Laggai.


Meminta kepada Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memberikan kesempatan kepada anak anak Kaum Batu Laggai menjadi pegawai honor, PNS, Kepolisian Negara R.I dan TNI.


Dan meminta kepada Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk memberikan rumah layak huni kepada kaum Batu Laggai yang terkena dampak pengembangan Bandara Rokot. (saiman)