Diniyyah Puteri Bangun Asrama Santri, Gubernur Sumbar Letakkan Batu Pertama -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Diniyyah Puteri Bangun Asrama Santri, Gubernur Sumbar Letakkan Batu Pertama

Kamis, 29 April 2021
Gubernur Sumbar H. Mahyeldi Ansharullah meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan asrama santri. (Musriadi Musanif)


PERGURUAN Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sumatera Barat, kembali berupaya melengkapi sarana dan prasarana pendidikannya. Kali ini, mendirikan sebuah asrama representaif untuk santri.


Menandai dimulainya pembangunan, Kamis (29/4) yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1442 H, Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah dan Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, meletakkan batu pertamanya, dalam sebuah prosesi seremonial yang khidmat. Peletakan batu pertama itu dihadiri keluarga besar Diniyyah Puteri.


Sejumlah pejabat juga terlihat hadir di lokasi acara, di antaranya Anggota DPD RI Hj. Emma Yohana, Wakil Walikota Padang Panjang Asrul, dan dari Kementerian Agama Kota Padang Panjang. Sedangkan yang hadir menggunakan zoom meeting, di antaranya Ketua Yayasan Rahmah El-Yunusiyyah Prof. Dr. Nadirman Haska, Tokoh Pendidikan Nasional Prof. Dr. Fasli Jalal, Pengusaha Nasional Dr. (HC) Nurhayati Subakat, Ketua  Indojolito Peduli Astri Asgani, dan arsitek pembangunan asrama tersebut; Ir. Zulfitri Daruddin.


‘’Sampai selesai, pembangunan gedung asrama berlantai tiga itu akan menghabiskan dana Rp6,9 miliar. Asrama baru tersebut dapat menampung 216 santri. Kita berdoa kepada Allah, semoga proses pembangunannya berjalan lancar, sehingga nanti bisa digunakan para santri kita,’’ ujar Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang Fauziah Fauzah El-Muhammady.


Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran meletakkan batu kedua pembangunan asrama santri, setelah batu pertama diletakkan Gubernur Sumbar H. Mahyeldy Ansharullah.(mus)


Dikatakan, saat ini Diniyyah Puteri sudah memiliki beberapa unit bangunan asrama santri, dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana. Cuma saja, karena sudah digunakan dalam rentang yang cukup lama, maka bangunan itu perlu direnovasi. Rencananya, kata Fauziah, renovasi bangunan asrama tersebut akan dimulai setelah asrama yang baru dibangun bisa dimanfaatkan.


Zizi –sapaan akrab Fauziah yang juga merupakan ketua Dewan Pendidikan Kota Padang Panjang itu, menegaskan, kendati pembangunannya memanfaatkan swadaya murni perguruan bersama para alumni, namun dukungan dari pemerintah daerah, donatur, dan masyarakat tetap diperlukan.


‘’Bantuan dari para alumni sudah mulai mengalir, di antaranya dari pengusaha nasional yang merupakan pemilik perusahaan produsen Wardah Cosmetics Nurhayati Subakat dan Senator Emma Yohana. Keduanya adalah alumni Perguruan Diniyyah Puteri. Bantuan juga mengalir dari alumni berdasarkan angkatan,’’ jelasnya.


Gubernur Mahyeldi bersama Walikota Fadly menyatakan, pemerintah daerah sepenuhnya mendukung usaha-usaha yang dilakukan Perguruan Diniyyah Puteri, baik dalam meningkatkan sarana prasarana pendidikan maupun mutu pembelajaran. Apalagi, ujar keduanya, Diniyyah Puteri merupakan kebanggaan masyarakat Minangkabau dan Sumatera Barat.


‘’Kalau Diniyyah Puteri ramai oleh santri, maka Kota Padang Panjang akan ramai pula. Itu sudah terbukti sejak dahulu. Banyak efek ekonominya terhadap masyarakat. Kalau Diniyyah Puteri harum namanya di luar hingga ke mancanegara, maka nama Padang Panjang juga akan terbawa harum,’’ kata Fadly.


Bagi Mahyeldi,  Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang tidaklah lembaga pendidikan biasa-biasa saja, tetapi  sangat luar biasa karena telah memainkan kiprah yang sangat luar penting sejak didirikan Rahmah El-Yunusiyyah pada 1 November 1923 silam. Diniyyah Puteri, tegasnya, telah menjadi bagian utama dari pembuat dan pelaku yang menentukan arah perjalanan sejarah Indonesia.


Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El-Muhammady, dan sejumlah tokoh foto bersama, usai peletakan batu pertama pembangunan asrama santri.(mus)


Mengingat demikian penting dan strategisnya peran Diniyyah Puteri, menurut Mahyeldi, maka perguruan khusus puteri itu tidak boleh hilang. Segala daya upaya harus dikerahkan, sehingga kebanggaan masyarakat Minangkabau itu tetap eksis, tidak saja diperhitugkan di dunia pendidikan nasional, tetapi juga berkiprah  memajukan pendidikan dalam skala global.


‘’Pemprov Sumbar siap untuk bersinergi, sama-sama memberi kontribusi guna kemajuan Diniyyah Puteri. Semoga saja Diniyyah Puteri akan menjadi semakin maju di masa yang akan datang,’’ kata Mahyeldi.


Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang saat ini telah berkembang pesat dengan berbagai institusi pendidikan, sejak dari jenjang prasekolah hingga perguruan tinggi. Di sini ada PAUD, Taman Kanak-kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, SMP, Madrasah Aliyah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rahmah El-Yunusiyyah.(adv)




adsen