Lagi Warga Bukittinggi Tewas Gantung Diri, Ini Motifnya -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Lagi Warga Bukittinggi Tewas Gantung Diri, Ini Motifnya

Rabu, 21 April 2021

Korban terbaring setelah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Bukittinggi.


Bukittiinggi, fajarsumbar.com - Berselang dua hari terjadi lagi peristiwa mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Bukittinggi, pelakunya berinisial A (53) TKP Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.


Hal ini dibenarkan Kepala Markas PMI Bukittinggi Jais kepada fajarsumbar.com ditempat kejadian perkara (TKP) Jalan Pintu Kabun Kelurahan Puhun Tembok Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi, Rabu (21/4/2021)


Hanya berselang dua hari telah terjadi peristiwa mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Senin (19/4/2021) saat orang berbuka puasa terjadi seorang laki-laki inisial D (48) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi.


Hari ini Rabu (21/4/2021) kembali terjadi sekitar pukul 15.40 Wib, masyarakat Pintu Kabun dikejutkan dengan kejadian seorang laki-laki inisial A (53), ditemukan istrinya  Y (50) telah tergantung di kamar lantai II rumahnya, ujarnya.


Kronologis : Kejadian berawal sewaktu istri korban sedang memasak sup didapur, dia terpikir suaminya kok belum turun dari lantai II, dicoba mencari tahu pergi ke lantai lantai II. 


Betapa terkejutnya Y melihat suaminya sudah tergantung di belakang pintu kamar dengan menggunakan tali sepanjang lebih kurang 1 meter. dengan posisi menghadap ke depan.


Seakan-akan tidak percaya dengan .apa yang dilihatnya, dengan keadaan shok, Y secepatnya turun dan minta pertolongan dengan tetangga  sebelah rumah.

Ditambahkannya dimasa hidup korban memiliki riwayat penyakit maag akut, sehingga dalam keseharian terasa sakit terus menerus, korban sering menyampaikan kepada istri merasa putus asa dalam hidup karena sakit yang tidak kunjung sembuh.


 Ketika dilakukan pengecekan terhadap mayat oleh unit identifikasi Polres Bukittinggi, tidak  ditemukan tanda tanda penganiayaan di tubuh korban, selanjutnya pihak Puskesmas Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi  dengan memakai APD melakukan pemeriksaan terhadap mayat.  


Hasil pemeriksaan  dokter menyatakan bahwa, ini murni gantung diri dan selanjutnya pemeriksaan mayat selesai dilakukan tanpa visum, korban di serahkan ke pihak keluarga, ungkapnya (gus)



adsen