Pengembangan Destinasi Wisata Butuh Dukungan Penuh dari Pusat -->

IKLAN ATAS

iklan FEED halaman depan

Pengembangan Destinasi Wisata Butuh Dukungan Penuh dari Pusat

Kamis, 15 April 2021


 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, di hadapan Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, memperlihatkan salah satu produk ekonomi kreatif  yang diharap dapat membantu peningkatan pendapatan masyarakat di kawasan wisata.(humas)





Tanah Datar - Ada banyak destinasi wisata menarik di Kabupaten Tanah Datar, tetapi butuh dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkannya. Di daerah ini, juga terdapat salah satu desa terindah di dunia, yakni Nagari Tuo Pariangan.


 “Destinasi wisata kita banyak. Beberapa di antaranya menjadi unggulan. Secara bertahap terus kita kembangkan, kendati dalam kondisi keterbatasan anggaran. 



Semuanya butuh perhatian, dan memerlukan dukungan penganggaran dari pemerintah pusat,’’ kata Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, saat bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Selasa (13/4), di Jakarta.



Menteri menyambut baik harapan wabup, sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam digitalisasi sebagai strategi pengembangan pariwisata di daerah. Sebelumnya diberitakan, Bupati Eka Putra menyebut, sektor pariwisata merupakan andalan membangkit ekonomi, setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19. 



‘’Sekarang ini tercatat ada 176 objek wisata di Tanah Datar. Sebagian besar belum dikelola secara profesional. Sebanyak 12 di antaranya masuk kategori top destinasi, sedangkan lima objek super destinasi,’’ ujarnya.



Eka menyebut, Pemkab Tanah Datar akan menjadikan pariwisata sebagai salah satu titik pembangunan, karena dipandang memiliki efek yang banyak terhadap usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat.





Dikatakan, sesuai visi misinya, pembangunan pariwisata berkelanjutan yang berbasis adat, budaya, dan sumber daya alam, maka pariwisata dapat menjadi sektor utama, karena potensinya cukup luar biasa. “Wabah pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat Tanah Datar. Hampir 1.260 orang kehilangan pekerjaan. Ini tentu menjadi tantangan berat yang harus disikapi segera. Butuh usaha-usaha kreatif. Lahirnya destinasi wisata baru, diharap dapat memicu inovasi membantu menyelesaikan masalah tersebut,’’ tuturnya.



Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Efrison, mengakui, sektor pariwisata di Tanah Datar sempat melorot tajam akibat Covid-19. Kendati demikian, pihaknya berupaya untuk membangkitnya lagi. “Ratusan pekerja di sektor perhotelan, restoran, pekerja seni, pelaku usaha ekonomi kreatif, kelompok sadar wisata, dan masyarakat mengalami penurunan pendapatan. Ada banyak pekerja sektor pariwisata yang sempat dirumahkan. Bahkan, tidak sedikit yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan usaha yang gulung tikar,’’ sebutnya.



Dengan bangkitnya kembali sektor pariwisata, dia optimis, nadi perekonomian rakyat kembali akan berdenyut, sehingga roda ekonomi daerah kembali berputar sebagaimana mestinya.(*)



adsen