215 Jenazah Anak Ditemukan di Sekolah Kanada -->

Mgid Bawah Bapenda

215 Jenazah Anak Ditemukan di Sekolah Kanada

Senin, 31 Mei 2021

 

Ilustrasi garis polisi. (Istockphoto/ TheaDesign)

Jakarta - Pihak berwenang Kanada menemukan 215 jasad anak-anak dan balita di sebuah gedung bekas sekolah asrama untuk anak suku asli di British Columbia.


Menurut Tk'emlups te Secwepemc Nation, jasad ratusan anak tersebut adalah siswa Kamloops Indian Residential School yang ditutup pada 1978.


Sekolah itu merupakan sekolah asrama terbesar di Kanada, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


Ratusan jasad itu ditemukan dengan bantuan khusus radar penembus tanah.


"Kami memiliki informasi dari komunitas kami bahwa kami dapat memverifikasi ini," kata Kepala Tk'emlúps te Secwépemc, Rosanne Casimir, dalam sebuah pernyataan pada Jumat pekan lalu.


"Saat ini, kami memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban," ujarnya menambahkan.


Sistem sekolah asrama atau boarding Kanada memang telah lama dikritik. Model sekolah tersebut sudah dihentikan.


Sistem sekolah tersebut dinilai secara paksa memisahkan anak-anak suku asli Kanada dari keluarga mereka. Sebuah penyelidikan selama enam tahun menganggap sistem sekolah tersebut merupakan "genosida budaya."


Laporan tersebut mendokumentasikan insiden pelecehan fisik yang mengerikan, pemerkosaan, kekurangan gizi, hingga kekejaman lainnya yang diderita sekitar 150 anak yang bersekolah di tempat tersebut.


Sekolah asrama seperti itu biasanya dijalankan oleh yayasan yang dikelola gereja-gereja Kristen mewakili pemerintah Kanada sejak 1840 hingga medio 1990.


Sejauh ini, ditemukan lebih dari 4.100 anak meninggal saat bersekolah di residential school di Kanada. 215 jasad anak yang baru-baru ini ditemukan diyakini belum termasuk dari ribuan anak yang meninggal tersebut.


Melalui sebuah kicauan di Twitter, Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan penemuan ratusan jasad anak tersebut "menghancurkan hati saya".


"Ini adalah pengingat yang menyakitkan dari lembaran gelap dan memalukan sejarah kita," kata Trudeau seperti dikutip Reuters.


Pada 2008, pemerintah Kanada secara resmi meminta maaf atas kejadian di sekolah-sekolah asrama tersebut. (*)