Agam Keluar dari Zona Merah Covid-19 -->

IKLAN MGID ATAS

Agam Keluar dari Zona Merah Covid-19

Minggu, 30 Mei 2021
ilustrasi


Padang, fajarsumbar.com - Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) keluar dari zona merah Covid-19 setelah sejak Minggu 23 Mei pada zona membahayakan tersebut.


Kabar gembira datang pada Minggu 30 Mei, Agam berada pada zona orange, sehingga tidak ada lagi zona merah di Sumbar.


Sebanyak 15 daerah masuk kategori zona oranye (risiko penyebaran sedang) dan empat daerah lainnya di zona kuning (risiko penyebaran rendah).


Menurut juru bicara Satgas Covid-19 Sumatera Barat, Jasman Rizal, pembagian zonasi tersebut berdasar hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-63 pandemi covid-19 di Sumbar oleh Satgas. 


Menurutnya, zonasi tersebut berlaku satu pekan mulai 30 Mei 2021 sampai dengan 5 Juni.


Daerah yang menduduki zona oranye (skor 1,81 – 2,40), Sijunjung (skor 2,36), Padang Panjang (skor 2,34), Padang (skor 2,31), Payakumbuh (skor 2,26), Bukittinggi (skor 2,23), Pesisir Selatan (skor 2,23), Tanah Datar (skor 2,17).


Kota Solok (skor 2,14), Padang Pariaman (skor 2,11), Pasaman (skor 2,09), Kabupaten Solok (skor 2,08), Limapuluh Kota (skor 2,03), Dharmasraya (skor 2,02), Pasaman Barat (skor 2,02) dan Agam (skor 1,84).

 

Sedangkan daerah yang berada di zona kuning (skor 2,41 – 3,0), Kota Pariaman (skor 2,66), Kepulauan Mentawai (skor 2,49), Solok Selatan (skor 2,49) dan Sawahlunto (skor 2,42).


Jika dilihat trend skor secara keseluruhan, telah terjadi perbaikan penanganan covid-19 di berbagai daerah. 


Keseriusan satgas kabupaten/kota melakukan berbagai upaya pemutusan mata rantai Covid-19 semakin menunjukkan hasil yang baik.


Satgas kabupaten/kota diharapkan secara rutin dan berkala melakukan razia dan penindakan pelanggaran protokol kesehatan baik kepada perorangan maupun perusahaan.


Berdasarkan Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 6/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, diharapkan Satgas kabupaten/kota dapat melakukan berbagai inovasi yang berlandaskan kearifan lokal dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, seperti adanya Nagari Tageh atau kongsi covid," harap Jasman. (ab/yanto)