Bupati Suhatri Bur Pimpin Apel Operasi Ketupat -->

IKLAN MGID ATAS

Bupati Suhatri Bur Pimpin Apel Operasi Ketupat

Jumat, 07 Mei 2021

APEL - Bupati Suhatri Bur bersama Kapolres memeriksa barisan apel gabungan operasi Ketupat Singgalang di Mapolres setempat. (*)


Parik Malintang - Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur pimpin apel gelar pasukan operasi Ketupat Singgalang 2021, dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442, Rabu (5/5) di Mapolres setempat, Padang Baru, Nagari Parik Malintang.

Dalam menyampaikan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Bupati Suhatri Bur mengatakan, pada operasi Ketupat tahun 2021, substansi dari kebijakan pelarangan mudik oleh Pemerintah, adalah mencegah terjadinya penyebaran covid-19 agar tidak terjadi klaster-klaster pada saat kegiatan di bulan suci Ramadhan seperti klaster pesantren, klaster mudik, klaster ziarah, klaster Taraweh, dan sebagainya.


"Namun pada kenyataan, banyak masyarakat yang melaksanakan mudik mendahului atau “curi start mudik”. Selain itu, peningkatan aktifitas masyarakat pada bulan Ramadhan, menjelang, pada saat, dan pasca hari raya Idul Fitri tentu saja sangat berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19 khususnya di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata," kata dia.


Berkaitan dengan hal tersebut, katanya, perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan memedomani Surat Telegram Kapolri tentang upaya mencegah terjadinya peningkatan penyebaran covid menjelang, pada saat, dan pasca Idul Fitri, dengan langkah  mendirikan posko terpadu bersama dengan Satgas covid dan stakeholder terkait yang memiliki kelengkapan pemeriksaan swab antigen dan ruang isolasi sementara di sentra-sentra ekonomi.


"Lakukan koordinasi dengan Satgas covid dan pengelola gedung untuk membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada dan pastikan sistemnya, siapkan petugas untuk menghitung jumlah pengunjung yang masuk, lakukan patroli gabungan secara periodik untuk memastikan tidak terjadi kerumunan di sentra perekonomian dan keramaian," katanya.

Sekaligus, lanjutnya, lakukan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan. Untuk daerah yang menjadi sasaran mudik agar meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal. Ia menambahkan, guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat-2021, pertama siapkan mental dan fisik serta jaga kesehatan, niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan.

Kedua, lakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang, sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat.


Ketiga, tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Keempat, laksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, berikan pelayanan terbaik, lengkapi sarpras dan perlengkapan perorangan yang memadai, serta lakukan penugasan anggota dengan buddy system.

Kelima, laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, Keenam, mantapkan kerjasama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat demi keberhasilan pelaksanaan operasi.


Ketujuh, tetaplah menjadi teladan bagi keluarga, rekan, dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran covid, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Kedelapan, pastikan petugas frontliner telah melaksanakan program vaksinasi sebanyak 2 kali.


Pada akhir apel juga dilaksanakan pemasangan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Singgalang 2021 dalam rangka pengamanan  Idul Fitri, juga dilanjutkan dengan kunjungan ke tempat karantina pasien covid di Rusunawa.

Sampai saat ini, jumlah pasien terkonfirmasi di Kabupaten Padang Pariaman berjumlah 1.410 orang dengan rincian dirawat 19 orang, isolasi mandiri 12 orang, isolasi Pemda 5 orang, meninggal 50 orang dan sembuh 1.324 orang.(*)