Covid-19 Naik, Puskesmas Marunggi Tutup Sementara -->

Mgid Bawah Bapenda

Covid-19 Naik, Puskesmas Marunggi Tutup Sementara

Kamis, 27 Mei 2021
Nazifah

Pariaman - Sepekan terakhir terjadi klaster baru di Kota Pariaman, yakni klaster kantor. Dari hasil tracking dan tes swab yang dilakukan ditemukan 19 orang ASN di lingkup Pemko Pariaman terpapar virus Covid-19. 


Plt. Kadis Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah menjelaskan dari 19 orang yang diketahui tersebut, 10 orang ASN berkantor di BPKPD, empat orang di Inspektorat  dan lima orang di Puskesmas Marunggi. 


Tindakan yang dilakukan Tim Satgas Covid-19 Kota Pariaman ,  ASN yang terpapar virus Covid-19 itu diisolasi mandiri bagi yang tidak punya riwayat penyakit kronis. 


Lebih lanjut dijelaskannya, untuk Puskesmas Marunggi,  Kecamatan Pariaman Selatan, sementara waktu ditutup terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. 


“Bagi masyarakat yang ingin mendapat pelayanan kesehatan diminta ke Puskesmas Kuraitaji,” ucapnya, Selasa (25/5) di Pariaman. 


Hal ini dilakukan untuk men seterilkan kantor dari virus. Kantor tersebut disemprot disinfektan dan seluruh yang berkantor di Puskesmas tersebut atau yang kontak dengan pasien Covid-19 tersebut dilakukan tes swab. 


“Penutupan Puskesmas Marunggi dari pelayanan masyarakat untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 ini,” terangnya. 


Selanjutnya, untuk ASN Kantor BPKPD dan Inspektorat dilakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Hal ini dilakukan juga untuk meminimalisir penyebaran virus yang menghebohkan ini.


Kata Nazifah, jauh hari pemerintah telah memprediksi akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 ini pasca lebaran Idul Fitri 1442 H. Ternyata,  terbukti. Penyebab salah satunya abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan Covid-19. “Pemerintah telah mengingatkan, dimasa lebaran, protokol kesehatan Covid-19 harus diper ketat demi menghindari penyebaran virus Covid-19,” tuturnya. 


Diungkapkannya, sampai saat ini warga Kota Pariaman yang terpapar virus Covid-19 sebanyak 739 orang.  Hasil ini didapatkan dari tracking, tracing dan testing. Sedangkan yang telah dites swab sebanyak 7.982 orang.  Hasilnya, ditemukan 14 orang diberikan perawatan. 10 orang dirawat di RSUD Pariaman dan empat orang di RSUD Dr. Sadikin.(*)