Jika Padang Panjang Zona Merah, Shalat Idul Fitri di Rumah Saja -->

IKLAN MGID ATAS

Jika Padang Panjang Zona Merah, Shalat Idul Fitri di Rumah Saja

Kamis, 06 Mei 2021
Rapat koordinasi  Forkopinda Padang Panjang membicarakan  Covid-19.


Padang Panjang  - Keputusan penting diambil dalam rapat koordinasi Forkopimda, Kota Padang Panjang Rabu (5/5), menyikapi perkembangan kasus Covid-19 di kota ini.  


Salah satunya, jika nanti Padang Panjang berada dalam zona merah (risiko tinggi), maka pelaksanaan Salat Idulfitri dilaksanakan di rumah. Ini sesuai dengan imbauan Menteri Agama.


“Jika Padang Panjang tetap di zona oranye (risiko sedang), maka salat ‘Id tidak dilaksanakan di lapangan. Melainkan di masjid atau mushalla,” kata walikota, H. Fadly Amran ketika memimpin rapat bersama wakil walikota, Drs. Asrul dan Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md.


Dalam rapat yang digelar di balaikota itu, juga menyepakati beberapa poin penting lainnya sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 saat perayaan Idul Fitri 1442 H.


Terkait pelaksanaan ibadah salat berjamaah di bulan Ramadan di masjid atau musala, jamaah diminta untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). Di antaranya memakai masker, mencuci tangan dan membawa sajadah sendiri. Pengurus masjid/musala  diminta memfasilitasi masker, sabun cuci tangan dan mengatur shaf salat hingga akhir Ramadan.


Selain itu, wako Fadly menegaskan, agar Tim Satgas Covid-19 terus melakukan Operasi Yustisi di tempat-tempat keramaian di  Padang Panjang. 


“Mengingat suasana Padang Panjang yang akhir-akhir ini ada peningkatan kunjungan dari masyarakat di sekitar Padang Panjang, kita harapkan Satgas tetap melakukan Operasi Yustisi guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.


Meningkatnya status Padang Panjang dari zona kuning ke zona oranye, kata Fadly, Satgas harus menerapkan beberapa langkah jitu. Salah satunya melarang adanya kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau membuat kerumunan.


“Berdasarkan edaran menteri, kita harus membatasi kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang atau membuat kerumunan,” tutur Fadly.


Dalam rakor tersebut, walikota juga menggambarkan, berbagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19 agar tetap terus dijalankan, seperti tracking, tracing, treatment, pemberian vaksin, dan Operasi Yustisi.


“Untuk tempat wisata, restoran dan warung, harus kita perhatikan penerapan prokesnya. Karena jika kita lengah, saat zona oranye ini, sangat berpotensi naik menjadi zona merah,” ucapnya. 


Rapat dihadiri Kapolres, AKBP. Apri Wibowo, SIK, Dandim 0307/TD, Letkol. Inf. Wisyudha Utama, Kajari, ketua pengadilan negeri, ketua pengadilan agama, Danyon B Pelopor Brimob, Dan Secata B, Kakan Kemenag, Karutan Kelas IIB, sekdako, asisten, staf ahli dan kepala OPD serta undangan lainnya. (syam)