Kawasan Basko Jangan Terlalu Tertinggal -->

Mgid Bawah Bapenda

Kawasan Basko Jangan Terlalu Tertinggal

Kamis, 20 Mei 2021



Bupati Tanah Datar Eka Putra  menerima penjelasan terkait pembangunan kawasan wisata dan hortikultura, terutama wilayah Basko yang merupakan tetangga dekat Kota Padang Panjang.(ist)


Tanah Datar - Kecamatan Batipuah dan X Koto (Basko) memiliki potensi besar, baik dari aspek pertanian dan hortikultura maupun pariwisata. Suhu yang sejuk dengan pemandangan menawan, diyakini mampu menarik wisatawan untuk berlama-lama di daerah yang diapit Gunung Marapi dan Gunung Singgalang tersebut.


Kedua kecamatan itu adalah tetangga dekat Kota Padang Panjang. Bahkan sudah sejak lama, warga nagari-nagari di kawasan Basko sudah menyatu dengan masyatakat kota berjuluk Serambi Mekah tersebut, sehingga lekat pula dengan sebutan Pabasko, singkatan dari Padang Panjang, Batipuah, Bati puah Selatan, dan X Koto.


Dari sisi wilayah hukum, Pabasko sudah merupakan satu kesatuan, sementara dari aspek teritorial pemerintahan, Basko tetap saja berada di dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar.


‘’Tiga kecamatan  yang berdekatan dengan Kota Padang Panjang itu jangan sampai terlalu tertinggal dari tetangganya, baik aspek infrastruktur maupun pelayanan publik. Secara bertahap, infrastruktur akan kita benahi. Kita akan mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan perekonomian di kawasan itu,” ujar Bupati Tanah Datar Eka Putra.


Sehari suntuk, Selasa (18/5), bupati dengan didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, menyediakan waktu untuk mengelilingi nagari-nagari yang ada di kawasan Basko tersebut. Diawali dari Nagari Pandaisikek di pinggang Gunung Singgalang dalam wilayah Kecamatan X Koto, dan berakhir di Nagari Andaleh dan Nagari Sabu di pinggang Gunung Marapi dalam wilayah Kecamatan Batipuah.


Menurut bupati, dalam hal peningkatan pelayanan publik, terutama untuk masyarakat Basko yang terbilang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten di Pagaruyuang, pemerintah daerah akan melakukan berbagai inovasi, di antaranya mewujudkan layanan publik di ujung jari.


Pelayanan seperti itu, ujar bupati, merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang bermukim di nagari-nagari terluar, sehingga mereka tidak perlu lagi harus ke Batusangkar atau Pagaruyuang untuk menyelesaikan urusannya. ‘’Pelayanan dapat tuntas di nagari, di antaranya layanan kependudukan, perizinan, dan hotline layanan kesehatan,” ucapnya.


Eka mengakui, nagari-nagari yang terletak di lereng Gunung Marapi dan Gunung Singgalang di kawasan Basko memiliki tanah yang subur, udara yang sejuk, dan pemandangan alam yang mempesona. Untuk itu, sebutnya, potensinya harus digali dan dikembangkan agar memberi manfaatkan lebih di sisi ekonomi bagi masyarakat.


Mencemati potensi itu, Eka menyatakan, pihaknya akan mendorong kawasan tersebut mengembangkan diri dalam bentuk pariwisata berbasis alam, wisata edukasi seperti berkebun, menanam dan memetik, dan pengalaman lainnya yang banyak diminati pelajar dari kota-kota besar.


Diakuinya, saat ini akses transportasi terbilang masih jelek untuk bisa menjangkau kawasan wisata yang indah itu, seperti Pandaisikek, Singgalang, Kotolaweh, Kotobaru, Paninjauan, Panyalaian, Sabu, dan Andaleh. Untuk itu, menurutnya, pemerintah daerah akan berupaya membenahinya.


Sementara terkait dengan pasar sayur mayur yang dikenal sebagai Pasar Hortikultura Aie Angek, Eka meminta, dinas terkait agar segera menatanya dengan baik, sehingga dapat tumbuh menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang melintasi daerah dengan posisi strategis pada jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi itu. (*)