Longsor di Batang Silasiah Bukik Batabuah Canduang -->

IKLAN MGID ATAS

Longsor di Batang Silasiah Bukik Batabuah Canduang

Senin, 17 Mei 2021

 

Curah hujan cukup tinggi melanda Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam sekitarnya sejak Rabu (12/5) sampai pagi mengakibatkan bencana alam tanah longsor di Jorong Batang Silasiah Nagari Bukik Batabuah. (ist)

Agam - Curah hujan cukup tinggi melanda Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam sekitarnya sejak Rabu (12/5) sampai pagi, mengakibatkan bencana alam tanah longsor di Jorong Batang Silasiah Nagari Bukik Batabuah sekitar pukul 5.30 WIB.


Peristiwa musibah bencana alam tanah longsor menimpa Cumantiang Jorong Batang Silasiah Nagari Bukik Batabuah disebabkan curah hujan cukup tinggi," kata Camat Canduang, Fauzi Chaniago didampingi Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus saat peninjauan yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Martias Wanto didampingi Kepala BPBD Agam dan Dinas PU Kabupaten Agam.


Ditambahkan Wali Nagari Bukik Batabuah Firdaus, disamping curah hujan yang tinggi, ditambah pula air bah Lurah Kandang Cumantian meluap. Karena tidak tertampung saluran air menyebabkan longsor sehingga akses jalan kepemukiman penduduk di dua titik tertutup material longsor tanah dan bebatuan. Bahkan merusak lahan pertanian dan perkebunan penduduk seluas lima hektar. Dijelaskan Frdaus, lahan pertanian masyarakat yang diterjang bencana alam tanah longsor itu terdiri dari ladang tebu, cabai dan tanaman sayuran lainnya. Ditaksir kerugian sekitar ratusan juta lebih.


Untuk membersihkan material tanah longsor menimbun badan jalan, masyarakat secara berama-sama melakukan gotong royong. Dengan melibatkan perangkat Nagari Bukik Ba tabuah, aparatur dari Kantor Camat Canduang dibantu personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Satpol PP dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Bukik Batabuah. Alhasil, material menutup akses jalan sudah bisa dilewati. 


Ketua Relawan Masyarakat Indonesia, Aksi Gerak Cepat (RMI-ACT) Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang, Agam Romi Pasla menjelaskan, akibat bencana alam tanah longsor Rabu (12/5) itu berdampak pada petani tebu, karena sebahagian besar lahan kebun tebu dihondoh material longsor.


Kemudian ujar Romi Pasla, akses jalan masyarakat butuh perbaikan, sebab bahu (bibir) jalan rusak parah. Apabila datang musim hujan dikawatirkan akses jalan bakal terputus, sebab selama ini penyangga  bibir jalan pohon bambu, sekarang pohon bambu itu terban dibawa tanah longsor.(*)