Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Ketersediaan Sembako, BBM dan Gas Tercukupi di Tanah Datar -->

IKLAN MGID ATAS

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Ketersediaan Sembako, BBM dan Gas Tercukupi di Tanah Datar

Minggu, 09 Mei 2021
Bupati, Wabup bersama Forkopimda dalam Rapat Koordinasi persiapan menyambut Idul Fitri 1442 H, di Gedung Indo Jolito, Sabtu (8/5). (Ist)


Tanah Datar, fajarsumbar.com
- Bupati Eka Putra, SE dan Wakil Bupati Richi Aprian, SH. MH bersama Forkopimda Tanah Datar dan Padang Panjang serta dihadiri OPD, Camat, Wali Nagari dan undangan lainnya, lakukan rapat tentang persiapan Tanah Datar dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H /2021 M, di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Sabtu (8/5/21). 


Dalam rapat koordinasi yang langsung dipimpin Bupati Eka Putra berlangsung hangat dalam mendengarkan masukan dan saran dari seluruh undangan yang hadir. Rapat membahas tentang pelaksanaan ibadah Shalat Idul Fitri 1442 H, dan ketercukupan sembako, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan gas dalam menyambut lebaran. 


Namun, tambah Bupati Eka, penetapan zona Kabupaten/Kota termasuk Tanah Datar yang dirilis Pemprov besok hari Minggu akan mempengaruhi kebijakan yang akan diambil. "Saat ini Tanah Datar masuk zona oranye dalam status daerah Covid-19. Kalau esok naik menjadi merah otomatis shalat Id di lapangan, di masjid ataupun mushalla akan ditiadakan, begitu juga dengan objek wisata akan ditutup sepenuhnya, jadi kepastian sikap Pemda Tanah Datar, Insya Allah akan kita sampaikan hari Senin besok," ujar Eka Putra. 


Sementara untuk ketersediaan sembako, gas dan BBM, Bupati sampaikan kondisi di Tanah Datar relatif aman dan mencukupi. "Sesuai penyampaian Kadis Ketahanan Pangan dan Kadis Koperindag, kemudian pemilik SPBU dan pemilik pangkalan gas relatif aman dan mencukupi, bahkan sektor BBM dikatakan relatif menurun dibanding periode yang sama di tahun lalu," ungkapnya. 


Di kesempatan lainnya Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf. Wisyudha Utama menyampaikan dukungan terhadap langkah yang akan diambil Pemerintah Kabupten Tanah Datar. "Tentunya keputusan Pemkab untuk kemaslahatan kita semua, karena itu TNI akan mendukung sepenuhnya, namun tentu ketegasan dalam penegakan aturan harus dipastikan, terutama dalam penegakan Prokes pemutusan penyebaran Covid-19 di Tanah Datar," ujarnya.


Hal senada disampaikan Kapolres Tanah Datar AKBP Rokhmad Hari Purnomo, SIK. M.Si, yang menekankan saat ini dalam menangani pandemi Covid-19 tidak masanya lagi lakukan sosialisasi. 


"Saat ini rujukan dalam penanganan Covid-19 adalah Perda No. 6 tahun 2021, beberapa hari ke depan Perda ini akan direvisi, di mana akan memuat bagi masyarakat yang tidak patuh prokes akan didenda minimal Rp.200 ribu maksimal Rp500 ribu, bahkan ada sanksi kurungan penjara, dan Insya Allah Polri akan lakukan razia setiap hari," pungkas Kapolres. (fdy/h)