Pemerintah Daerah Siapkan Memudahkan Investasi -->

Mgid Bawah Bapenda

Pemerintah Daerah Siapkan Memudahkan Investasi

Rabu, 19 Mei 2021


Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Wakil Bupati Richi Aprian, memberi arahan terkait kajian lingkungan strategis untuk periode 2021-2026, sebagai upaya mengintegrasikan pembangunan daerah, sesuai dengan kondisi zaman yang dihadapi. (ist)


Tanah Datar - Setiap zaman memiliki dinamika dan tangannya sendiri. Berbeda di setiap masa. Saat ini, kita berada di era digitalitasi. Kondisinya jelas tak sama dengan masa lalu yang cenderung manual.


Demikian dikatakan Bupati Tanah Datar Eka Putra, Senin (17/5), di Gedung Indojolito Batusangkar, saat memberi arahan pada pertemuan High Level Meeting terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Tanah Datar periode 2021-2026, yang diikuti berbagai elemen terkait, di antaranya Wakil Bupati Richi Aprian, Plh Sekda Edi Susanto, para staf ahli, asisten, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kajian ini amat dibutuhkan, sebagai upaya melakukan pembangunan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang terintegrasi dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Apalagi saat ini kita berada di era digitalisasi. Perlu diingat, tantangan setiap zaman itu berbeda," ujarnya.


Eka mengatakan, pihaknya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak, karena telah berhasil melakukan pembahasan KLHS dengan sebaik-baiknya, sehingga kini mencapai tahapan High Level Meeting. Tim, sebutnya, juga telah berhasil menyandingkan KLHS dengan visi misi kepala daerah, terutama dalam memberikan alternatif rekomendasi dalam mewujudkan program unggulan daerah.


Disebutkan, sektor ekonomi perlu mendapat perhatian khu sus, terutama dalam mendorong setiap unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), agar mereka bisa bersaing di era digitalisasi. Era ini, ujarnya, membutuhkan ide-ide brilian dan kreativitas yang tinggi dalam memanfaatkan teknologi untuk berusaha.


 "Tidak bisa hanya mengandalkan gaya lama, sementara konsumen sudah mulai beralih ke belanja online. Ini harus kita tingkatkan intensitas pembinaannya. Pemerintah daerah juga akan berupaya memberi kemudahan kepada investor, agar mereka mau menanamkan investasinya di Tanah Datar," kata bupati.


Terkait dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penanaman investasi, Wakil Bupati Richi Aprian menambahkan, pihaknya juga membutuhkan kajian, regulasi, dan segala sesuatunya terkait dengan itu.


Bila pertumbuhan investasi meningkat, ujarnya, dapat dipastikan perputaran uang di Tanah Datar juga akan bertambah banyak. Bila hal itu dapat diwujudkan, maka serapan tenaga kerja juga akan meningkat, sehingga muaranya adalah peningkatan pendapatan masyarakat menuju perbaikan kesejahteraan.


Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Lingkungan Hidup Dessy Trikorina selaku penanggungjawab kegiatan menjelaskan, KLHS merupakan rangkaian analisis yang dilakukan secara sistematis, menyeluruh dan partisipatif, guna memastikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi dasar dalam pelaksanaan pembangunan di suatu daerah.


"Banyak aspek yang menjadi pilar kajian, di antaranya sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola. Sedikitnya terdapat 220 indikator yang harus menjadi perhatian, sekitar 40 persen sudah terlaksana, 28,18 persen sudah terlaksana tapi belum mencapai target, 7,27 persen bukan kewenangan, dan 24,55 persen tidak ada data,’’ katanya. (*)