Penyuntikan Vaksin Covid 19 Gencar Juni-Desember -->

IKLAN MGID ATAS

Penyuntikan Vaksin Covid 19 Gencar Juni-Desember

Selasa, 18 Mei 2021
ilustrasi


Jakarta, fajarsumbar.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menggencarkan vaksinasi periode Juni hingga Desember mendatang. Dia ingin jumlah penyuntikan lebih banyak dilakukan mengingat stok vaksin virus corona (Covid-19) cenderung melimpah.


"Saya minta tolong ke semua pimpinan daerah, ke panglima TNI, pak Kapolri, dan teman-teman swasta. Tolong bantu terutama di bulan Juni-Desember, karena jumlah vaksin tersedia tiga kali lipat lebih dari yang ada sekarang," kata Budi dalam video yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (18/5/2021).


Budi ingin proses vaksinasi digencarkan agar kekebalan kelompok atau herd immunity bisa lekas tercapai. Dia yakin, seiring berjalannya waktu, 360 juta dosis vaksin untuk 180 juta penduduk dapat segera terpenuhi.


Mantan wakil menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu pun yakin Indonesia bisa melakukan vaksinasi sejuta lebih sehari dalam periode Juni-Desember.


Saat ini, menurutnya, rata-rata dosis vaksinasi yang diberikan adalah 300 ribu per hari. Bahkan pernah sesekali menyentuh angka 500 ribu dosis per hari.


"Banyak yang mengejek waktu itu majalah luar negeri kalau begini Indonesia selesai 10 tahun. Sebenarnya bukan masalah kita tidak bisa suntik, tapi vaksinnya terbatas," kata dia sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Budi lalu mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong program vaksinasi warga lanjut usia (lansia). Sebab, lansia merupakan kelompok rentan yang juga menyumbang kasus kematian Covid-19 terbanyak di Indonesia.


Kementerian Kesehatan sejauh ini juga telah berupaya menggenjot laju vaksinasi lansia dengan berbagai strategi. Misalnya membuka sentra vaksinasi di kota-kota besar yang dibantu pihak swasta, hingga 'door to door' lewat RT/RW.


"Tolong kita mengamalkan waktu kita sekarang untuk melindungi orang tua kita yang rentan kalau terkena Covid-19," ucap Budi. (*)