RSUD Batusangkar Miliki 14 Ruang Penanganan Covid-19 -->

IKLAN MGID ATAS

RSUD Batusangkar Miliki 14 Ruang Penanganan Covid-19

Selasa, 18 Mei 2021


Bupati Tanah Datar Eka Putra, saat melakukan pengecekan fasilitas, perbaikan pelayanan pelayanan, dan memotivasi pasien di RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar. Bupati menekankan perlunya prioritas perbaikan pelayanan pasien beserta keluarganya. (ist)


Tanah Datar - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Ali Hanafiah Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, memiliki 14 ruang khusus untuk penanganan pasien Covid-19. Bupati menegaskan, pengelola harus mampu memberikan pelayanan terbaik.


‘’Saat ini ada 14 ruang penanganan Covid-19, terdiri dari dua ruang isolasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk screening pasien baru terduga Covid-19, delapan ruang zona kuning, dan empat ruang zona merah,’’ ujar Plt. Direktur RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar Nurman, Sabtu (15/5).


Hal itu dijelaskannya, saat menjawab pertanyaan langsung dari Bupati Tanah Datar Eka Putra, ketika melakukan kunjungan ke rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Dengan didampingi Plh. Sekda H. Edi Susanto, Eka meninjau sejumlah fasilitas pelayanan rumah sakit yang hingga kini terus berbenah. Kesiapan menerima pasien Covid-19, kelengkapan fasilitas dan petugas pelayanan penyakit menular yang sudah pandemik lebih setahun belakangan, dipertanyakan langsung oleh bupati, karena daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu beberapa waktu belakangan senantiasa berada pada zona orange atau resiko sedang.


Selain itu, tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 juga mengalami peningkatan, seiring dengan bermunculannya klaster-klaster baru di tengah-tengah masyarakat. Bupati Eka berharap, RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar bisa menjadi salah satu rumah sakit yang memainkan posisi penting dalam penanganan pasien Covid-19 di Tanah Datar.


Berdasarkan data yang disiarkan secara berkala oleh Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tanah Datar, perawatan pasien Covid-19 asal daerah itu menyebar di berbagai rumah sakit di Sumatera Barat, di antaranya RS Semen Padang, RSUP M. Djamil Padang, RS Bunda Padang, RSUD Rasidin Padang, RS Yos Sudarso Padang, RSUD Padang Pariaman, RSUD Padang Panjang, dan RS Ibnu Sina Padang Panjang.


Pasien Covid-19 asal Tanah Datar juga menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi, RSOMH Bukittinggi, RSUD Bukittinggi, RS Ibnu Sina Bukittinggi, RS Ibnu Sina Payakumbuh, RS Ibnu Sina Padang, RSUD Limapuluh Kota, RSUD Payakumbuh, dan RSUD Kabupaten Solok.


Selain mempertanyakan kesiapsiagaan dalam melayani pasien Covid-19, pada kesempatan itu Eka juga meminta pihak rumah sakit untuk memprioritaskan peningkatan pelayanan, sehingga pasien dan keluarganya memperoleh kesan positif ketika mereka harus menjalani perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.


‘’Seluruh jajaran rumah sakit sebagai satu kesatuan, harus mampu memberi pelayanan terbaik untuk pasien dan keluarganya. Mudah-mudahan dengan pelayanan terbaik itu, menjadi obat bagi mereka. Saya berharap, RSUD kita ini dapat semakin hari kian membaik, baik dari sisi sarana maupun pelayanan,’’ tegasnya. 


Eka menegaskan, seluruh petugas di rumah sakit harus mampu berkomunikasi dengan baik, serta memberi pelayanan maksimal. Bila hal itu dapat dilakukan dengan ikhlas, ujarnya, maka semuanya akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.


Saat ini, sejumlah sarana dan prasarana rumah sakit terus ditingkatkan, baik memanfaatkan dana dari APBD Tanah Datar maupun APBD provinsi dan APBN, di antaranya pembangunan gedung rawat inap (interne) yang beberapa waktu lalu sudah pula ditinjau oleh Wakil Bupati Richi Aprian.


Menurut Sekretaris RSUD Athostra, gedung itu sudah mulai dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat yang berobat. Di gedung tersebut juga ditempatkan sejumlah poliklinik, di antaranya paru, umum, bedah, interne, dan neurologi, ‘’Semoga masyarakat kita semakin nyaman berobat ke sini,’’ sebutnya.(*)