Islamic Centre Dimaksimalkan Jadi Pusat Pengembangan Islam di Pasaman. -->

IKLAN MGID ATAS

Islamic Centre Dimaksimalkan Jadi Pusat Pengembangan Islam di Pasaman.

Selasa, 08 Juni 2021
Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS


Pasaman, fajarsumbar.com - Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS membuka seleksi imam dan guru Tahfizh Quran, yang diikuti 80 peserta dari 17 provinsi di Islamic Centre komplek Masjid Agung Lubuk Sikaping, Selasa (8/6/2021).


Sebelumnya, telah dibuka pendaftaran rekrutmen ini mulai pada 24 Mei sampai dengan 7 Juni 2021 yang lalu. Dibuka pada setiap jam kerja, bertempat di Sekretariat Pasaman Islamic Centre (PIC).


Wabup Pasaman Sabar AS mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman bertekad untuk memaksimalkan fungsi dari Islamic Centre sebagai pusat kajian dan pengembangan informasi Islam di Pasaman.


"Dengan tekad kuat, Pemkab Pasaman ingin Islamic Center untuk dijadikan pusat kegiatan keislaman. Sementara, pusat kegiatan kebudayaan kita fokuskan di Equator bonjol dengan konsep pengembangan wisata terpadu. Terkait islamic center, akan terus kita benahi sarana prasarananya. Pasaman kedepan, kita harapkan menjadi kampung Alquran, dengan menciptakan banyak para Penghafal Alquran. Kita ingin menjadikan karakter anak-anak muda Pasaman dengan mencintai Alquran," ujar Sabar AS.


Panitia seleksi, diharapkan menyelenggarakan seleksi tanpa deskriminatif dan mengedepankan kualitas guna menghasilkan Imam dan Guru Tahfizh Quran yang berkualitas.


Ia juga menambahkan, dalam rangka menjadikan Pasaman yang lebih baik dan bermartabat, kabupaten paling utara dari Sumatera Barat ini juga hendaknya dikenal dengan banyaknya generasi Hafizh dan Hafizhah atau para penghafal Alquran.


Sementara, Ketua Umum PIC Drs.H. Mara Ondak menyampaikan, bahwa kegiatan seleksi Imam dan Guru Tahfizh PIC ini digelar selama 2 hari. Yakni, mulai tanggal 8 hingga 9 Juni 2021 yang berlokasi di Komplek Islamic Centre Pasaman.


"Alhamdulillah, peserta yang ikut dalam proses seleksi Imam dan Tahfizh PIC berjumlah 80 orang yang berasal dari 17 Provinsi se-Indonesia dengan persyaratan yang telah ditentukan," ujar Mara Ondak, yang juga menjabat Sekda Pemkab Pasaman.


Ia juga menjelaskan, panitia seleksi berasal dari Pemkab Pasaman, Kemenag, LPTQ, Dewan Masjid Pasaman, Badan Pengelola PIC dan Qori Pasaman.


"Selama proses seleksi pemilihan Imam dan Tahfizh Quran Pasaman Islamic Centre ini diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan. Peserta wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun serta peserta dalam ruangan dibatasi dengan sistem dibagi berdasarkan nomor urut peserta," terang Ketua Umum PIC.


Dari hasil seleksi ini, akan menghasilkan 2 orang Imam dan Guru Tahfizh Qur'an dengan sejumlah fasilitas menjanjikan bagi imam dan guru tahfiz ini telah menanti. Diantaranya, fasilitas gaji bulanan sebesar Rp10 juta setiap bulannya, rumah dinas tiga kamar, lengkap dengan air bersih dan listrik, kulkas, rak piring dan penanak nasi elektronik (magic com). (Naldi)