Putus Mata Rantai Covid-19 Setiap Nagari Didorong Punya Rumah Isolasi -->

Mgid Bawah Bapenda

Putus Mata Rantai Covid-19 Setiap Nagari Didorong Punya Rumah Isolasi

Minggu, 06 Juni 2021

 

Ilustrasi

Tanah Datar, fajarsumbar.com - Bupati Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Eka Putra meminta setiap nagari (desa) agar menyediakan rumah isolasi, dalam upaya memutus rantai penularan Virus Corona dan menangani kasus-kasus konfirmasi positif Covid-19.


‘’Dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih belum juga reda, saya meminta agar ada rumah isolasi di setiap nagari. Hal ini penting untuk menampung warga yang terpapar Virus Corona, terutama yang konfirmasi positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG),’’ ujar Bupati Eka, awal pekan ini, di Pagaruyuang.


Bupati mengutarakan hal itu, ketika memberi arahan pada rapat persiapan Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, untuk mengikuti penilaian tingkat provinsi, terkait pelaksanaan sepuluh program pokok PKK.


Selain menyediakan rumah isolasi, bupati juga meminta, pemerintahan nagari bersama masyarakat juga bisa saling mem bantu dan bekerja sama menyediakan makanan, minuman, dan kebutuhan lainnya untuk warga yang sedang menjalani isolasi, baik isolasi mandiri maupun menjalani isolasi di rumah isolasi nagari yang telah disediakan.


Di Kabupaten Tanah Datar, beberapa nagari memang sudah menyediakan tempat isolasi mandiri, terutama sejak akhir Ramadhan yang baru lalu, sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi penularan Covid-19 akibat tingginya mobilitas manusia, setelah ditemukannya sejumlah perantau yang pulang kampung menjelang lebaran Idul Fitri 1442 H yang baru lalu.


Salah satu nagari yang sudah menyediakan rumah isolasi itu adalah Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum. Sebagaimana diberitakan Singgalang kemarin, rumah isolasi nagari yang terletak di Sigarungguang itu cukup untuk menjadi tempat isolasi empat orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19.


‘’Cukup besar. Bisa untuk merawat empat orang yang menjalani isolasi. Fasilitas yang kita sediakan juga cukup lengkap. Satu kamar untuk satu pasien. Rumah itu kita sewa dari rumah masyarakat memanfaatkan dana nagari,’’ kata Walinagari Herman Idrus.


Terkait dengan maraknya pelaksanaan pesta pernikahan sepanjang Mei 2021 ini, sementara Kabupaten Tanah Datar masih berstatus zona orange, Bupati mengaku masih membolehkan. Hal serupa juga berlaku untuk destinasi wisata utama yang juga mulai menerima kunjungan wisatawan.


‘’Izin keramaian seperti pesta pernikahan yang dilaksanakan di gedung atau rumah-rumah masyarakat masih kita berikan, tapi harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi kerumunan yang rawan terjadinya penyebaran Covid-19. Penanggungjawab dan pelaksana pesta harus mengantisipasinya sejak awal,’’ katanya.


Berdasarkan pantauan Singgalang di lapangan, sejumlah pesta pernikahan yang digelar di rumah-rumah masyarakat terlihat cukup ramai. Pengunjung destinasi wisata Tanah Datar, yakni Istano Basa Pagaruyuang, Nagari Tuo Pariangan, dan kawasan Danau Singkarak, juga terpantau cukup ramai dikunjungi wisatawan.


Selain warga lokal Tanah Datar dan Sumatera Barat, tidak sedikit pula wisatawan yang berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung, Riau, Jambi, dan Sumatera Utara menikmati pesona daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu. Kesimpulan banyaknya wisatawan yang diduga berasal dari luar Sumbar itu, dapat dicermati dari nomor polisi kendaraan bermotor yang mereka kendarai yang pada umumnya adalah kendaraan pribadi. (frd/ab)