Penerapan Prokes Diperketat, Operasi Yustisi dan Bagikan Masker Digiatkan -->

Mgid Bawah Bapenda

Penerapan Prokes Diperketat, Operasi Yustisi dan Bagikan Masker Digiatkan

Senin, 07 Juni 2021
Memasangkan masker ke warga.


Pasbar, fajarsumbar.com - Polres Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar) terus memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes) di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya dengan rutin lakukan operasi yustisi dan membagikan masker.


Hal itu dilakukan untuk menghambat lajunya penyebaran virus corona, khususnya di wilayah Pasaman Barat. Apalagi belakangan kasus Covid-19 di wilayah tersebut kembali menebar ancaman. 


Kepala Satuan Sabhara Polres Pasbar, AKP Yulandi Rusandy, Minggu (6/6/2021) mengatakan, sasaran operasi warga beraktivitas di luar rumah yang tidak memakai masker.


Hal itu sebagai upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatra Barat Nomor 6 Tahun 2020 dan memutus rantai penyebaran Covid-19.


Dalam operasi yustisi itu 55 orang terjaring razia karena melanggar prokes, yaitu tidak menggunakan masker. “Para pelanggar protokol kesehatan ini kita input kedalam aplikasi Sistem Informasi Data Pelanggaran Perda,” ucapnya.


Ia kembali mengimbau warga agar mematuhi Prokses setiap keluar rumah. Lalu, ia juga meminta agar masyarakat mengurangi mobilitas serta menjauhi kerumunan.


“Setiap hari kita melihat pasien yang positif Covid-19 terus bertambah. Mari kita bersama tingkatkan kesadaran untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini dengan mematuhi protokol yang telah ditetapkan,” katanya.


Demi menimalisir penyebaran virus tersebut pemkab dan polres setempat wanti-wanti mengimbau warga agar selalu memakai masker keluar rumah, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun serta menghindari mobilitas, jika tidak urgen.


Data dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pasaman Barat, hingga saat ini tercatat sebanyak 1.045 warga Pasbar positif Covid-19.


Sebanyak 842 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Kemudian, sebanyak 59 orang meninggal dunia dan 144 orang masih dirawat dan dikarantina. (ab/safnil)