IHSG Naik Tipis, Deretan Saham Berpotensi Makin Naik -->

IKLAN ATAS

IHSG Naik Tipis, Deretan Saham Berpotensi Makin Naik

Senin, 05 Juli 2021

ilustrasi


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,01 persen dari 6.022 menjadi 6.023 pada perdagangan pekan lalu. Pelaku asing tercatat membukukan jual bersih (net sell) Rp777,35 miliar.


Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan  penguatan kemungkinan tak akan berlanjut pada pekan ini. Isu utama yang akan membayangi indeks di pekan ini datang dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali pada 3 Juli hingga 20 Juli ini.


Melihat dampak dari beberapa pengetatan serupa yang dilakukan pemerintah sebelumnya, baik PPKM maupun PSBB, Alfred menyebut indeks cenderung merespons negatif di awal kebijakan.


Hal sama juga terjadi pada PPKM Darurat kali ini. Ia menyebut pasar telah bereaksi pada dua pekan terakhir saat isu pengetatan mulai beredar. IHSG sempat melemah ke posisi 5.913, namun kembali pulih (rebound) ke posisi 6.000-an.


Alfred mencermati koreksi baru berhenti pada Senin (28/6/2021) lalu. Ia menilai koreksi awal disebabkan oleh spekulasi akan konsep pengetatan yang bakal ditetapkan pemerintah, juga kasus covid-19 yang terus menanjak.


Ia menyebut pasar bereaksi berlebihan (overreact) di awal dan mulai bersikap rasional pada perdagangan beberapa hari terakhir. Melihat angka kasus yang terus naik di atas 20 ribu per hari, Alfred mengatakan pelaku pasar menilai keputusan pemerintah sebagai tindakan rasional dalam menangani pandemi.


Kewalahannya rumah sakit (RS) menangani pasien dan kekurangan pasokan okisgen menjadi beberapa rambu merah yang menandakan gentingnya penanganan covid-19. Bila mobilitas masyarakat tidak disetop segera, dikhawatirkan dampak yang ditimbulkan terhadap ekonomi bakal lebih besar lagi.


"Saya lihat market juga tahu ini keputusan rasional, tidak ada pilihan lain. Dengan adanya keputusan ini, pasar juga melihat cara ini (pembatasan) bisa mengurangi dampak yang lebih besar lagi," jelasnya, Senin (5/7/2021) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Alfred mengatakan faktor utama yang akan menentukan dampak dari PSBB Darurat terhadap indeks ke depan adalah efektivitas PSBB Darurat. Ia mengatakan bila pengetatan bakal diperpanjang, investor bakal merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi.


Ketika revisi dilakukan, otomatis indeks akan menyesuaikan diri dengan proyeksi.


Sebaliknya, bila penarikan rem bakal efektif dan kasus dapat ditekan sesuai harapan, bukan tidak mungkin IHSG malah melesat naik lagi.


Dalam pekan ini, Alfred menyebut sentimen positif datang dari bursa global yang bergerak hijau. Sedangkan dari dalam negeri, ia menyebut sentimen baik bakal bergantung dari perkembangan kasus covid-19 dan penerapan PPKM Darurat.


Dia memproyeksikan indeks bakal melaju di rentang 5.884-6.140.


"Saya lihat pasar sudah percaya diri (confident) dengan pandemi. Bukan pasar tidak melihat permasalahan pandemi, tapi confident dalam arti tidak akan melakukan aksi jual," ujarnya.


Untuk sektornya, ia melihat secara umum tidak ada tebang pilih ke preferensi tertentu karena tekanan bersifat risiko pasar. Namun, ia tak memungkiri ada beberapa sektor yang tertekan lebih dalam dan yang malah berpotensi mencetak pendapatan lebih akibat PSBB Darurat.


Dia membeberkan sektor yang bakal tertekan adalah transportasi, ritel, dan pariwisata. Sedangkan sektor yang berpotensi bertumbuh adalah komoditas, kesehatan, dan telekomunikasi.


Pada pekan ini, Alfred merekomendasikan beberapa saham pilihan. Pertama, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM dengan target terdekat di 3.150-3.200.


Kedua, PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA dengan target 2.200-2.300. Ketiga, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTM dengan target 2.300-2.400.


Keempat, PT Adaro Energy Tbk atau ADRO dengan target 1.300-1.350. Kelima, PT Itama Ranoraya Tbk atau IRRA dengan target 2.220-2.400 dan terakhir PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF dengan target 1.400-1.500.


Analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengatakan walau secara jangka pendek PPKM Darurat bakal memukul perekonomian, namun pengetatan diprediksi akan membawa dampak positif pada pertumbuhan semester II tahun ini.


Dengan penurunan laju penyebaran covid-19 usai PPKM Darurat, ia menilai masyarakat akan lebih yakin untuk beraktivitas di luar rumah.


Dari pantauan Mirae Asset di Mal Kelapa Gading, Jakarta, pada Sabtu (26/6) lalu, lalu lintas pengunjung memang menurun. Itu dipicu kekhawatiran masyarakat atas bertambahnya kasus covid-19.


Dari data Google's Covid-19 Community Report, mobilitas orang sudah menurun sebelum PPKM Darurat atau sejak akhir Mei lalu. Karena itu, ia melihat pengetatan bakal berdampak positif.


"Belajar dari pengalaman lalu ketika pemerintah memberlakukan PPKM 1 Januari 2021, pengetatan sosial menekan angka harian covid-19. Karena itu, kami pikir PPKM Darurat seharusnya membawa hasil positif pada paruh kedua tahun ini," jelasnya lewat riset seperti dikutip.


Hariyanto meyakini PPKM Darurat tidak akan meruntuhkan IHSG. Namun sektor tertentu seperti pengelola mal hingga peritel ia ramal bakal terpukul.


Mirrae Aset merevisi saham pilihannya pada bulan ini menjadi HEAL, PRDA, BBNI, ANTM, INCO, JPFA, MAIN, dan TOWR. (*)