Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Pecahkan Rekor, Pakai Masker Harga Mati -->

IKLAN ATAS

Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Pecahkan Rekor, Pakai Masker Harga Mati

Rabu, 07 Juli 2021
Aktivitas tenaga medis menangani pasien Covid-19 di M. Djamil Padang, (republika.co.id)


Padang - Kasus warga terkonfirmasi Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) hari ini, Rabu (7/7/2021) melonjak tajam bahkan mememecahkan rekor pada hari-hari sebelumnya. Setidaknya 716 orang dinyatakan positif virus corona tersebut. Warga selalu diimbau jangan lalai menegakkan 5 M demi menghambat lajunya virus mematikan saat beraktivitas di luar rumah.


"Itu sekilas info, terkonfirmasi positif covid-19 dari laboratorium dipimpin Dr.dr. Andani Eka Putra, pemeriksaan sample 2.981, hasilnya 716 orang Sumbar terkonfirmasi pisitif covid-19," ujar Jubir Satgas Covid-19 Sumbar Jasman, Rabu (7/7/2021) pagi ini. 


Menurutnya, kasus positif Covid-19 di Sumbar makin mengerikan dan positvity rate Sumbar mencapai 29,63 persen. Artinya dari 100 sample maka 30 orang bisa terkonfirmasi positif vurus korona. 


"Sebanyak 716 positif itu hasil pemeriksaan sample specimen 6 Juli 2021 yang hasilnya keluar hari ini. Ini rekor tertinggi yang pernah ada di Sumbar sejak pandemi covid-19 merebak," tambahnya.


Terkait kondisi ini Swabber 6000 dr Farhaan Abdullah menegaskan tidak ada alasan dan ngeles lagi, segera terapkan di Sumbar PPKM Mikro darurat. 


"Seharusnya sudah terlambat, saya sejak Ramadhan lalu sudah nyinyir meminta pengambil kebijakan menerapkan PPKM Mikro ketat atau darurat," ujarnya. 


Apa lagi alasannya. Lihat data hari ini 100 sample swab maka 30 orang positif, bisa kolap fasilitas kesehatan, pemerintah Sumbar, kota dan kabupaten di Sumbar harus siapkan sarana isolasi selain rumah sakit, antisipasi ledakan kasus semakain dahsyat," ujarnya.


Pada kesempatan tersebut Jasman kembali mengimbau dan mengingatkan warga bila beraktivitas di luar rumah selalu menegakkan 5 M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi. (ab)