Dosen UNP Latih Guru SMA Kelola Pembelajaran Daring -->

Dosen UNP Latih Guru SMA Kelola Pembelajaran Daring

Sabtu, 14 Agustus 2021


Padang, FajarSumbar.Com - Sebanyak 38 orang guru SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang (Lab.School UNP) mengikuti program pelatihan terstruktur bersama Tim PkM PNBP UNP tahun 2021.


Pelatihan digelar tentang pengelolaan pembelajaran daring berbasis Lesson Study for Learning Community/LSLC dengan menggunakan platform pembelajaran daring Padlet.


Pelatihan sendiri direncananakan selama dua bulan dan pembukaan serta sosialisasi program dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 12 Agustus 2021 melalui zoom meeting.


Sedang tujuan pelatihan tersebut adalah untuk membantu guru agar mampu menyajikan pembelajaran daring yang menarik dengan tetap fokus pada pencapaian tujuan pembelajaran.


Diketahui, Selama masa pandemi, transformasi pembelajaran dari tatap muka ke tatap maya masih dilingkupi oleh berbagai masalah diantaranya, kesiapan guru dan siswa. ketersediaan fasilitas belajar daring. kualitas jaringan internet. Serta perlunya dukungan orang tua dan suasana di rumah.


Akibatnya, pola pembelajaran daring terjebak pada “store, wait and get” semata. Minim interaksi dan keterlibatan secara emosional, sosial, dan psikologis (teaching and social presence).


Di sisi guru, siswa dan orang tua tugas dan tantangan semakin berat sehingga muncul istilah bahwa belajar daring menyebabkan tiga hal yaitu “Boring, Darting dan Pusing/BDP”.


ketua tim PkM PNBP pelatihan kepada guru-guru SMA Pembangunan Laboratorium UNP, Dr. Nofrion, M. Pd memaparkan, salah satu upaya mengatasi masalah pembelajaran daring yang disebut dengan istilah “BDP” tersebut adalah dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar Lesson Study fo Learning Community/LSLC diantaranya dialog dan kolaborasi.


Dialog harus terjadi dalam setiap pembelajaran ketika siswa diberikan suatu “case” atau masalah dan semua siswa terlibat secara aktif dan tidak bisa menarik diri dari dialog semaunya.


“Guru harus memposisikan diri sebagai observer dan fasilitator pembelajaran,” ujarnya.


Sedangkan kolaborasi mengacu kepada aktivitas saling menguatan antar siswa dalam kelompok atau antar kelompok. Kelompok adalah media bekerja, saling memberi dan menguatkan. Papar Nofrion.


Lebih lanjut disampaikan, Guru harus mampu mengantisipasi munculnya siswa “pembonceng” dalam pembelajaran. Wadah yang digunakan untuk memfasilitasi dialog dan kolaborasi secara daring yaitu aplikasi Padlet yang tersedia secara gratis.


Kepala SMA Pembangunan Laboratorium UNP yang diwaliki oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Afrizal mengaku pelatihan tersebut sangat dibutuhkan oleh guru-guru karena sangat membantu tugas-tugas mengajar pada masa pandemi.


“Kerja sama dengan dosen-dosen UNP selama ini telah berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan profesionalitas guru, ” ujarnya.(Rel/Unp). RDz.