Belajar Tatap Muka Mahasiswa Segera Dimulai -->

IKLAN ATAS

Belajar Tatap Muka Mahasiswa Segera Dimulai

Sabtu, 28 Agustus 2021
ilustrasi


Jakarta - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 1-3 harus mulai menyediakan opsi kuliah tatap muka.


Daerah yang masih berstatus PPKM Level 4 harus tetap belajar jarak jauh. "Sekarang berkat kedisiplinan kita, situasi sudah dapat dikatakan membaik. Kita mendorong kampus-kampus yang berada di Level 1-3 PPKM untuk segera memberikan opsi pertemuan muka terbatas para mahasiswa," kata Nadiem, dalam webinar Efektivitas Pendidikan Tinggi dengan PTM Terbatas dan Bantuan UKT (Uang Kuliah Tunggal) Kuliah, Jumat (27/8/2021).


Ia menjelaskan, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas ini sangat berbeda dari sebelum pandemi dan banyak hal yang harus dipatuhi. Disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan selama berada di kampus harus dilakukan. "PTM terbatas ini membutuhkan komitmen agar kalian semua dapat berjalan sesuai rencana," kata dia.


Nadiem melanjutkan, menyadari menyadari kondisi pandemi ini penting untuk mengambil keputusan dengan cepat. tetap menjadikan kebutuhan pelajar sebagai prioritas, baik kebutuhan akademik, kesehatan, dan keselamatan peserta didik.


Pada awal Agustus 2021, Kemendikbudristek telah meresmikan lanjutan bantuan kuota internet dan UKT. Bantuan ini, Nadiem melanjutkan, akan direalisasikan mulai bulan depan setelah semua proses pendataan selesai dilakukan.


Dalam acara yang sama, Pelaksana Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam, mengatakan, berdasarkan percobaan kuliah campuran tatap muka dan berani selama ini tidak pernah menimbulkan klaster Covid-19. Karena itu, mendorong agar kampus segera melaksanakan PTM.


"Kampus-kampus kita dorong melakukan tatap muka. Dicoba, alhamdulillah tidak ada kasus. Artinya, kalau kita disiplin penyelenggaraan pembelajaran di kampus tidak akan jadi klaster baru. Selama kita disiplin," kata dia sebagaimana dikutip pada republika.co.id.


Ia menjelaskan, saat ini Kemendikbudristek memberdayakan relawan mahasiswa untuk melakukan vaksinasi massal. Kemendikbudristek juga telah memberikan bantuan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa mobil untuk vaksinasi keliling. Upaya itu mendorong vaksinasi dilakukan agar PTM dapat segera dilakukan. "Vaksinasi kita dorong agar mempersiapkan pembelajaran tatap muka bisa diakselerasi," kata dia.


Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Panut Mulyono mengatakan, saat ini masih banyak perguruan tinggi yang belum bisa sepenuhnnya melaksanakan PTM. Hal yang bisa dilakukan adalah membagikan bantuan kuota internet kepada mahasiswa dan dosen agar pembelajaran tetap berjalan lancar.


Menurut rektor UGM ini, gotong royong dalam pendidikan sebenarnya sudah terjadi. "Bahkan dengan pandemi ini, kemudahan-kemudahan yang disampaikan atau yang diberikan oleh lembaga keuangan perbankan misalnya, memberikan bahkan bukan kredit, jadi yang membayarkan UKT itu bank kampus. Kemudian mahasiswanya nyicil  ke bank," kata Panut.


Tetap kuliah

Sementara itu, banyak anak yang membuat Covid-19, termasuk di Kalimantan Selatan yang kedua orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, Udiansyah, mengatakan, kegagalan telah memberikan kepada seluruh perguruan tinggi swasta (PTS) agar membantu anak-anak tersebut tetap melanjutkan kuliah melalui beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).


"Mohon bisa kuliah di kampus bapak/ibu dengan diberikan program KIP Kuliah," bunyi surat yang telah disampaikan ke seluruh PTS. (*)