Pengusaha Muda Hachery DOD & DOC Irwan Syukriadi : Enterpreneur Itu Membahagiakan -->

Pengusaha Muda Hachery DOD & DOC Irwan Syukriadi : Enterpreneur Itu Membahagiakan

Jumat, 06 Agustus 2021


Lubuk Alung, fajarsumbar.com- Berawal dari ibunya memelihara ternak bebek alias itik sebanyak 5 ekor. Ia melihat sang ibu memungut telor bebek dari kandang sebanyak 3 butir setiap paginya. Sehingga sang anak, Irwan Syukriadi terinspirasi untuk memelihara dan berternak bebek


Usaha pun dimulai di tahun 2006, bermodalkan pemberian orang tua. Produk yang dijual adalah bebek petelur dan pedagang. Permintaan kian bertambah terhadap usahanya yang diberi nama "Mato Aja Jaya Farm".


Rupanya usaha terus berkembang dengan menyediakan indukan bebek untuk telur tetas alias Briding. Terus berlanjut kepada usaha penetasan alias Hachery. 


Almarhumah ibu saya dulu, kata dia berkisah, memelihara 5 ekor itik dapat bertelur sebanyak 3 butir. Kenapa kalau kita bisa memelihara 6 ribu ekor itik, berapa butirkah kita bisa memungut telor itiak setiap paginya.


Kata Irwan Syukhridan, disinilah muncul inspirasi untuk mengisi peluang itu. Sehingga secara perlahan-lahan usaha ini telah bisa mempekerjakan tenaga sebanyak 20 orang.


Kami disini, ungkap alumni Sarjana Ekonomi itu, tidak hanya menyediakan bebek, juga menjadi supplier telur ayam, telur bebek, DOC, dan DOD. Dan pasetiap harinya kami bisa menyediakan untuk DOD sebanyak 6 ribu, dan DOC 10 ribu butir telur ayam per hari.


"Juga bisa untuk DOD dapat mensupply sebanyak 5 ribu ekor per minggu, sedangkan DOC 10.000 ekor per minggu", terang Irwan kepada awak media ditempat usahanya di Koto Buruak Lubuk Alung, Rabu (04/08/21).


Ia menyebutkan hasil dari peternakan ini, telah dipasarkan keluar Sumatera Barat. Yakni telur bebek dipasarkan ke Riau, Sumatra Utara, Jambi, dan Palembang.


"Khusus untuk DOC dan DOD telah dipasarkan ke seluruh Provinsi di Sumatera, kecuali ke Lampung bahwa pemasaran dilakukan dengan cara diantar. Bahkan ada dari konsumen yang datang langsung untuk membeli telur maupun indukan bebek" jelasnya.


Kini, sambungnya, Mato Aia Jaya Farm telah memiliki beberapa kandang. Yakni di Kampung Koto, Korong Koto Buruak, Kandang Bebek di Korong Balanti Nagari Sikabu dan Kandang Ayam di Kororng Toboh Luar Parit Nagari Toboh Gadang.


Ia mengakui selama ini adalah kesulitan dalam pengadaan bahan baku pangan untuk ternak. Jadi untuk memenuhi kebutuhan makan ternak ini, maka kami lakukan mengolah sendiri, Sehingga yang dikonsumsi ternak, akan jelas dan dapat diukur serta kualitas dari ternak dapat terjaga.


"Kami pun selalu melakukan perawatan setiap harinya dengan menjaga kebersihankandang dan memisahkan antar pakan sesuai dengan usianya", ujar Irwan.


Ia menyebutkan tengah mempersiapkan proses untuk membuat merek dan direncanakan akan diberi nama KUALA (Kampung Unggul Asli Lubuk Alung).


"Usaha ini tengah bergerak menuju sebuah Persero Terbatas (PT). Jikalau telah berbadan hukum menjadi PT, maka kita berupaya menambah populasi dan produksi. Tentu, akan dapat menarik investor untuk berinvestasi disini, sehingga usaha ini dapat lebih berkembang kedepannya" kata dia bersemangat. (hms-saco).***