Covid-19 Melandai, Horee... Aku Sekolah Lagi... -->

Covid-19 Melandai, Horee... Aku Sekolah Lagi...

Jumat, 24 September 2021
ilustrasi

Padang, fajarsumbar.com - Fatih Saadi dan Hanifa Azwa, murid Sekolah Dasar (SD) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ini terus bertanya kapan dia bisa belajar tatap muka di sekolah. Sebab menurut mereka belajar daring selama pandemi Covid-19 sangat membosankan, namun apa dikata Covid-19 terus menggila, khususnya di wilayah Kota Padang, Sumbar dan daerah lainnya.


Menggilanya virus corona di seluruh Indonesia, pemerintah terus berjibaku agar pandemi Covid-19 terus melandai berbagai cara pun dilakukan agar penyebaranny dapat dikendalikan. Berbagai imbauan pun dilakukan salah satunya dengan menggalakkan gerakan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan). 


Upaya pencegahan itu rupanya cukup efektif ditambah lagi sering digelar razia yustisi di tempat keramaian, sehingga dapat menimalisiri laju penyebaran virus corona. Di Kota Padang penyebaran Covid-19 mulai melandai dan warga yang sembuh jauh lebih tinggi dari yang positif. 


"Covid-19 sudah melandai di Padang ya Ayah.. horeee.. aku bisa sekolah lagi," ujar Fatih Saadi yang merupakan murid Sekolah Dasar (SD) IT Darel Iman tersebut, Jumat (24/9/2021).


Bagi Fatih keinginan untuk dapat berkumpul di sekolah bersama-sama temannya cukup tinggi. Sebab selama pandemi sekolah hanya memberikan mata ajar lewat zoom. Hal itu tidak bisa dihindarnya karena terjangkit virus corona terus meningkat. Tidak ada jalan lain yang dilakukan Dinas Pendidikan, hanya belajar lewat daring.


Semenjak dilakukan pengetakan aktivitas warga dan sering dilakukan razia yustisi, upaya itu sangat efektif. Hal itu dibuktikan tingkat kasus positif Covid-19 khususnya di Kota Padang terus melorot, sementara warga yang sembuh menanjak naik tiap hari. Warga berharap pandemi ini bisa cepat berlalu, dan warga bisa pula beraktivitas seperti biasanya serta perekonomian tidak lagi terganggu.


Jumlah kelurahan di Kota Padang yang zero Covid-19 terus bertambah. Sampai Jumat (24/9/2021) sudah 27 kelurahan sudah bebas covid-19. Ini berarti, jumlah kelurahan di Kota Padang yang bebas covid-19 tiap harinya terus bertambah.


Sebelumnya, pada Senin (20/9/2021) ada 23 kelurahan yang bebas covid-19, Selasa (21/9/2021) ada 25 kelurahan. Kemudian, pada Rabu (22/9/2021), terdapat 26 kelurahan.

 

Berdasarkan data di website Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, 27 kelurahan telah bebas covid-19. Ini berarti masih ada 77 kelurahan lagi di Kota Padang yang belum bebas.


Sementara itu, Dinkes menyebutkan, hari ini terdapat 15 kasus baru, sehingga total konfirmasi positif covid-19 menjadi 41.970 kasus.


Kemudian, terdapat tambahan 31 kasus sembuh, sehingga totalnya jadi 41.173 kasus dan betambah 1 kasus meninggal dunia, sehingga totalnya jadi 546 orang.


Dinkes menerangkan, kasus suspek di Kota Padang berjumlah 228 kasus. Rinciannya, 60 kasus dirawat dan 168 kasus isolasi, sisa kasus konfirmasi adalah 251 kasus. Rinciannya, 244 kasus diantaranya adalah kasus konfirmasi bergejala (36 kasus dirawat, 208 kasus isolasi). Terdapat 7 kasus merupakan kasus konfirmasi tanpa gejala (0 kasus dirawat dan 7 kasus isolasi).


Meningkatnya jumlah warga yang sembuh, menjadi harapan bagi bagi semua warga di Kota Padang. Begitu pula pelajar, mereka sangat menginginkan kasus Covid-19 ini cepat berlalu, dan bebas belajar di sekolah dan tidak lagi dihantui virus corona yang menjadi momok semua pihak. 


"Aku bisa belajar di sekolah lagi ya Ayah...," sambung Hanifa Azwa yang merupakan SD IT Permata Kita, Lubuk Kilangan Padang.


Ditutup Sementara

Meningkatnya jumlah pasien yang sembuh Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Padang menutup sementara tempat karantina Rumah Nelayan di Lubuk Buaya. Hal ini dilakukan seiring menurunnya kasus corona di Kota Padang.


Dinas Kesehatan Kota Padang bakal menonaktifkan atau menutup sementara tempat isolasi bagi pasien Covid-19 tersebut.


Sebelumnya Rumah Nelayan kini dihuni 11 orang pasien, sembuh tadi 4 orang dan tinggal 7 orang. Hari ini mereka diswab, jika hasilnya negatif, berarti pasien di rumah nelayan kosong.


"Tidak adanya pasien di Rumah Nelayan tersebut maka tidak efektif lagi dibuka," ujar Kepala Dinas Kota Padang, Feri Mulyani.


Sementara itu, jumlah pasien di RSUD Rasidin Padang juga menurun. Dari 47 ruang isolasi yang tersedia, kemarin hanya terisi 13 orang. Dan dari 8 ruang intensif yang tersedia, terisi hanya 4 orang. (andri besman)