Disperdakop UKM Upayakan UMKM Pulih di Masa Pandemi Covid -19 -->

IKLAN ATAS

Disperdakop UKM Upayakan UMKM Pulih di Masa Pandemi Covid -19

Rabu, 08 September 2021

 

UMKM di Pasar Pusat Padang Panjang


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Dalam upaya melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional, Pemko Padang Panjang memberikan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).


Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM), Arpan, S.H, Rabu (8/9) di Padang Panjang mengatakan, pemko selalu berupaya mendorong pelaku UMKM untuk tetap eksis. 


“Pada prinsipnya pemerintah sudah menyiapkan berbagai program dan kebijakan, baik dalam konteks pemulihan ekonomi nasional maupun beberapa program yang ke depannya kita harapkan betul-betul dapat memberikan kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan bagi UMKM kita,” katanya.


Arpan menyebutkan, khusus untuk pemasaran, pihaknya mengupayakan pelaku UMKM untuk mengikuti trend usaha secara online. 


“Kita juga bekerja sama dengan  beberapa market place. Khusus untuk wilayah Sumatra Barat. Kita bekerja sama dengan bajojo.id, membuka lapak  online via WhatsApp atau Instagram,” jelasnya. 


Ditambahkan, tidak semua pelaku usaha mengalami penurunan kegiatan usahanya di masa pandemi ini. Ada juga pelaku UMKM yang bisa menyiasati usahanya dengan mengunakan media online sebagai pemasarannya.

 

Arpan menyebut upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan usaha bagi UMKM, seperti dukungan berupa bantuan kemasan bagi produk makanan dan kerajinan, legalitas usaha berupa fasilitasi P-IRT, sertifikat halal, dan merek usaha. Di samping  pembinaan evaluasi secara rutin dan berkala kepada UMKM.


"Salah satu upaya pemko bagi pelaku usaha yang sangat signifikan saat ini yaitu pengurangan retribusi atau sewa sebesar 75% di Pasar Pusat. Khusus pedagang di Pasar Kuliner. Kita tidak memungut retribusi dan sewa lapak yang telah berjalan bulan Agustus dan September ini," jelasnya.


Untuk pasar kuliner pihaknya bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Nagari dalam pemberian label atau merek usaha serta akan ada pemasangan jaringan  Wi-Fi gratis bagi pengunjung. 


Sementara itu Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Disperdakop UKM, Riny Lisdayani, S.Sos  menyampaikan, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian.  Jumlah UMKM  yang terdata di Kota Padang Panjang sebanyak 12.444 usaha mikro. Di mana sebagian besar usaha mikro dan kecil mengalami penurunan nilai jual akibat pandemi Covid-19 ini. 


"Di Padang Panjang lebih banyak usaha mikro. Beberapa program telah kita lakukan sejak pandemi tahun ini. Baik itu secara langsung, secara permodalan, maupun upaya dalam pengembangan usaha. Untuk kegiatan bantuan permodalan seperti bantuan lepas dari dana DID tahun 2020 dan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) 2021 yang merupakan program Presiden RI melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk pelaku usaha terdampak Covid-19, Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu,” paparnya. 


Tahun 2021 ini, sebanyak 1.271 UMKM sudah menerima BPUM 2021. Dalam pengembangan usaha, terangnya lagi, pihaknya memfasilitasi UMKM untuk mendapatkan pelatihan dan bantuan sarana dan prasarana usaha. Seperti bantuan sosial perbaikan dan isi warung, bantuan peralatan maupun pelatihan kewirausahaan, pelatihan motivasi bisnis dan pelatihan pemasaran digital, yang sumber dananya dari dana APBD dan DAK Non Fisik Koperasi UKM Tahun 2021. (syam/ab)