DPD APJATI Sumatera Barat Gelar Musda -->

IKLAN ATAS

DPD APJATI Sumatera Barat Gelar Musda

Kamis, 23 September 2021
Ketua DPD APJATI Sumatera Barat Haji Tafiani Kasim


Padang, FajarSumbar.Com  -  Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Sumatera Barat, berlangsung di Truntum Hotel Padang, Rabu, (22/09/2021). 


Musda dalam rangka memililih pengurus baru dan menetapkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART ) DPD APJATI Sumatera Barat Periode 2021/2025, digelar secara Offline dan iikuti 17 pengurus DPC APJATI Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.


Tema yang diusung pada Musda DPD APJATI Sumatera Barat kali ni,  Kita Tingkatkan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Imigran PMI dari Sumatera Barat. Musda dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Pembangunan Ekonomi Madyarakat Muhammad Yani.


Dalam sambutannya Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Muhammad Yani mengatakan,  penempatan tenaga kerja luar Negeri, yaitu keberadaan mitra kerja APJATI sebagai perusahaan penyelenggara pengiriman tenaga kerja ke.luar Negeri menjadi suatu hal yang sangat penting dan strategis, sesuai amanat Undang- undang nomor 18 Tahun 2017, tentang perlindungan pekerja Migran Indonesia.


Untuk itu, ia mengharapkan Musda DPD APJATI Sumatera Barat ini, dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengefaluasi dan mencari terebosan baru serta  langkah strategis yang aplikatif dibidang ketenagakerjaan, kususnya untuk.pemanfaatan peluang kerja melalui penempatan tenaga kerja ke luar Negeri.


Sementara itu Ketua Umum DPP APJATI Bayu Basalamah dalam sambutannya secara virtual mengatakan, APJATI sejak berdiri Tahun 1983 dan sampai Tahun 2021 ini, telah ada 11 DPD APJATI yang tersebar di seluruh Indonesia.


Menurut Bayu, dengan adanya Musda APJATI ini, bisa terpilih pengurus baru DPD APJATI Sumatera Barat yang peofesional dan mampu mejembatani PMI untuk mengisi pasar kerja di luar Negeri guna meningkatkan kesejahteraan PMII. Tak hanya itu saja, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.


Ketika dikonfirmasi fajarsumbar.Com, terkait yang dibahas dengan pihak terkait, Ketua DPD APJATI Sumatera Barat Haji Tafiani Kasim mengatakan, melalui Musda APJATI ini, merupakan suatu momen yang stretegis untuk melakukan rapat teknis yang membicarakan upaya untuk peningkatan pelayanan penempatan PMII di luar Negeri. Selama ini yang membuat penurunan penempatan PMI Sumatera Barat di Luar Negeri itu, karena lambatnya pelayanan yang diberikan dari pihak terkait.


Sementara, waktu untuk proses pelayanan bagi PMI Sumatera Barat sangat terbatas, baik dalam melengkapi dokumen imaupun untuk mengisi dokumen kebutuhan pasar kerja di Luar Negeri

Maka keberadaan PMI Sumatera Barat di luar Negeri di nilai semakin lemah. "Padahal kita mempunyai potensi PMI yang handal dan besar untuk sektor formal, bukan untuk sektor Informal, namun menempatkan di sektor semi skil dan skil, sebut Ketua DPD APJATI Sumatera Barat Haji Tafiani Kasim.


Terkait dengan hal itu, ungkap Haji Tafiani Kasim, melalui Musda DPD APJATI ini, maka kita perlu duduk dan membicaraka secara bersama- sama dengan stikholder, baik dengan Dinas kabupaten dan Kota, PP2MI maupun dengan Imigrasi. Pembicaraan ini, mulai dari proses menical PMI sampai proses akhir penempatan PMI, termasuk membahas BPJS Ketenagakerjaan yang menyangkut perlindungan para PMI.


Hasil rumusan pembicaraan tersebut diharapkan bisa melahirkan suatu  rekomendasi yang akan disampakan kepada Gubernur Sumararat sebagai salah satu langkah yang bijak kedepan, guna mengurangi angka pengangguran di Sumatera Barat, imbuhnya.


Pada Musda DPD APJATI itu, turut memberikan sanbutan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sumatera Barat Nasrizal, sekaligus mempimpin Diskusi antara peserta Musda dengan Instansi terkait, Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.(RDz)