Etika Komunikasi dalam Islam -->

IKLAN ATAS

Etika Komunikasi dalam Islam

Jumat, 03 September 2021

Subuh Mubarak UNP. secara virtual dilaksanakan Fakultas Ekonomi

Padang, FajarSumbar.Com - Aktivitas organisasi, lembaga, universitas akan dapat dilakukan secara baik jika didukung dengan kemampuan komunikasi yang baik pula. Untuk itu, antar sesama pimpinan dan sivitas akademika marilah kita gunakan komunikasi secara baik untuk meningkatkan kualitas Universitas Negeri Padang.


Hal tersebut diungkapkan Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D, dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi UNP secara virtual yang diikuti para pimpinan dan sivitas akademika UNP, Jumat pagi ,(03/09/2021).


Pada kesempatan itu, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Ustaz Dr. Wakil Kohar, M.Ag., dosen UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak UNP.


"Topik ceramah komunikasi yang disampaikan Ustaz Dr. Wakil Kohar, M.Ag tersebut dapat kita terapkan dalam komunikasi sesama kolega, sivitas akademika, pimpinan. Kepemimpinan seseorang dapat ditingkatkan kemampuan komunikasi yang baik," jelas Rektor Prof. Ganefri, Ph.D.


Sementara itu, dalam ceramahnya dengan topik "Etika Komunikasi dalam Islam", Ustaz Dr. Wakil Kohar, M.Ag menjelaskan, komunikasi itu penting karena ada hal-hal yang sangat mendasar dalam kehidupan yakni manusia butuh untuk dihargai, disayangi, dan dipahami.


"Senyum dan wajah yang menyenangkan dan tatapan mata jujur adalah komunikasi nonverbal dan sebaiknya juga harus digunakan dalam setiap aktivitas kehidupan," tambah Ustaz Dr. Wakil Kohar, M.Ag.


Lebih lanjut Ustaz Dr. Wakil Kohar, M.Ag. mengemukakan bahwa komunikasi adalah sangat penting dalam Islam yakni untuk menyampaikan segala aktivitas tentang kebaikan agar berbagai kehidupan kita menjadi lebih baik.


Menurutnya, dalam kehidupan manusia hendaklah manusia mengucapkan perkataan yang lebih baik dan benar dan marilah kita hindari mengucapkan perkataan yang tidak baik dan keliru.


"Dalam komunikasi, orang yang berilmu akan mampu mendesain perkataan secara baik. Berbicara itu diproduksi sesuai dengan tingkat kecakapan hati dan mampu menyesuaikannya dengan kondisi mitra wicaranya," imbuh Ustaz Dr. Wakil Kohar, M.Ag. ( * ).RDz.