Pematung Yusman dari Ranah Minang yang Merintis Karirnya di Tanah Rantau Jogjakarta -->

IKLAN ATAS

Pematung Yusman dari Ranah Minang yang Merintis Karirnya di Tanah Rantau Jogjakarta

Senin, 13 September 2021

 

Terlihat Yusman sedang memberikan pengarahan kepada pamong yang nantinya akan bertugas sebagai perawat patung yang ada, Sabtu (11/9/21). 


Padang, fajarsumbar.com - Yusman, pematung kebanggaan Ranah Minang yang merintis karirnya di tanah rantau Jogjakarta, di undang kepala Museum Kepresidenan Dewi Murwaningrum,  untuk memberikan pengarahan tentang  cara merawat patung perunggu yang ada di istana tersebut.


Museum kepresidenan Balai Kirti Bogor tersebut saat ini memiliki patung enam presiden Indonesia, yaitu Soekarno, Soeharto, Habibi, Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan Gusdur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.


Ke enam patung presiden tersebut dibuat oleh Studio patung Yusman di Jogjakarta  pada Masa Presiden SBY th 2014 lalu dan tentunya butuh perawatan yang kontinyu serta khusus dikarenakan terbuat dari bahan yang khusus pula.


Untuk itulah Yusman diundang datang untuk memberikan pengarahan tentang cara merawat patung tersebut, sehingga tidak cacat dan sesuai dengan apa yang diharapkan serta tujuan dari kedatangan Yusman kesana.


Menurut Yusman, patung yang tingginya 1,5 kali dari tinggi asli masing-masing presiden tersebut dipesan oleh Presiden SBY untuk dipajang di museum istana negara.


"Kita seniman ingin membuat patung presiden yang tidak hanya sekedar patung saja, tapi yang memiliki khas masing-masing," kata Yusman pada fajarsumbar.com, Sabtu (11/9/21).


Kekhasan yang dimaksud oleh Yusman seperti gerak-gerik yang biasa dipakai oleh presiden. Misalnya Soekarno dikenal dengan pidato berapi-api dan tangan menjulang keatas, Gusdur dengan senyum dan gerakan tangan melambai dan Habibi dengan pose kepala yang sedikit miring.


"Semuanya punya ciri khas, ciri khas ini yang ingin dibuat, Soeharto terkenal dengan senyumnya, senyum jendral," tambah Yusman.


Untuk memastikan bentuk gerak-gerik, fisik serta wajah, Yusman mengundang keluarga masing-masing Presiden untuk melihat dahulu sebelum dicetak. Sejauh ini baru keluarga Habibi dan Gusdur saja yang sudah datang dan sudah setuju dengan bentuk patung.


Menurut Yusman, untuk proses pengerjaan Yusman hanya diberikan waktu dua bulan, karena waktu yang terbatas, patung ini nantinya dibuat dari fiber terlebih dahulu untuk mengejar peresmian patung tersebut. (AB)