Ribuan Anak Yatim Piatu akibat Covid -->

Ribuan Anak Yatim Piatu akibat Covid

Selasa, 28 September 2021

ilustrasi


Jakarta - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat menyiapkan program bantuan untuk sekitar 7.200 anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19.


Kepala Dinsos Jabar, Dodo Suhendar, mengatakan bahwa Pemprov Jabar akan memberikan santunan kepada anak-anak yang kehilangan orang tuanya akibat terpapar Covid-19, mulai dari uang tunai hingga biaya pendidikan.


Menurut dia, saat ini Dinsos Jabar terus melakukan proses verifikasi dan validasi untuk memberikan santunan dan pendampingan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, kepada anak-anak tersebut.


"Dari 7.200-an anak di Jabar yang dilaporkan kehilangan orang tua karena Covid-19, baru sekitar 2.500 anak yang telah selesai cleansing datanya," kata Dodo di Gedung Sate, Bandung, Senin (27/9/2021).


Dodo menjelaskan, program bantuan bagi anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 merupakan inisiatif bersama Pemprov Jabar dan berbagai pemangku kepentingan. Ada beberapa strategi untuk membantu anak yatim piatu tersebut.


Pertama, jangka pendek, yaitu bantuan berupa uang tunai dan barang bermanfaat. Anak-anak itu akan mendapatkan santunan berupa uang tunai Rp300 ribu per orang.


"Jangka pendek ini berupa santunan. Santunan kepada anak yatim piatu dalam hal ini pemerintah berkolaborasi dengan rekan-rekan CSR perusahaan, dari ada forum zakat, dari asosiasi sayang anak ini sama-sama," katanya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Untuk jangka menengah, dilakukan pendampingan psikososial dan pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesehatan sebagai hak dasar anak yang telah dijamin konstitusi.


"Di situ juga ada anak- anak yang masih balita, anak sekolah, ada yang di atas 19 tahun. Mereka juga harus diberdayakan, termasuk ibunya yang ditinggal suami supaya punya kemandirian," ucap Dodo.


Sementara itu, dinsos juga menyiapkan program jangka panjang berupa beasiswa agar para yatim dan piatu bisa lanjut ke jenjang lebih tinggi alias tidak putus sekolah.


"Yang berprestasi nanti lanjut ke perguruan tinggi dan dapat beasiswa ada program Jabar Future Leader Scholarship (JFLS) di Disdik. Bagi yang memiliki keterampilan, Dinsos memiliki Pansos Remaja. Nanti jadi barbershop, barista, sehingga keluar dari situ punya kemandirian," tutur Dodo. (*)