Satgas Covid 19 Buka Opsi Turis Bisa Kunjungi Indonesia Lagi 2022 -->

IKLAN ATAS

Satgas Covid 19 Buka Opsi Turis Bisa Kunjungi Indonesia Lagi 2022

Jumat, 17 September 2021

ilustrasi


Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.


Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan opsi pembukaan turis mancanegara masuk ke Indonesia akan dilihat dari progres vaksinasi Covid-19.


"Mungkin di tahun depan ketika cakupan vaksinasi mencapai setidaknya 50-70 persen untuk dosis kedua," kata Wiku dalam agenda International Media Briefing Session yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (16/9/2021) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Hingga hari ini, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 76.153.487 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara baru 43.484.971 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19.


Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 36,57 persen untuk suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 20,88 persen.


Wiku mengatakan pemerintah akan benar-benar mempertimbangkan secara matang jika ingin membuka pintu masuk bagi turis mancanegara. Pembukaan pun bakal dilakukan terbatas.


"Kami mungkin akan pertimbangkan untuk membuka secara hati-hati untuk turis datang, utamanya untuk urusan bisnis dan mungkin pariwisata terbatas," kata Wiku.


Sejauh ini, pemerintah Indonesia masih memperketat pintu kedatangan internasional guna mencegah kedatangan varian baru virus corona. Bahkan kedatangan warga negara Indonesia juga dibatasi hanya bisa lewat enam jalur.


Pintu masuk transportasi udara hanya melalui Bandara Soekarno Hatta, Banten dan Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara.


Adapun pintu pelabuhan laut hanya bisa melalui Batam Kepulauan Riau, dan Nunukan, Sulawesi Utara. Sementara pintu kedatangan melalui darat adalah pos lintas batas Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat. (*)