Bahaya Narkoba Disosialisasikan ke Mahasiswa Politeknik ATI Padang -->

IKLAN ATAS

Bahaya Narkoba Disosialisasikan ke Mahasiswa Politeknik ATI Padang

Minggu, 12 September 2021

Kusriyanto, sebagai nara sumber dari BNN

Politeknik ATI Padang.


Padang, FajarSumbar.Com  - Guna terciptanya suasana akademik yang berkualitas, Politeknik ATI Padang melaksanakan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunakan Narkotika. Hal itu diungkapkan Direktur Politeknik ATI Padang Dr Ester Edwar. MP.d dalam sabutanya pada pembukaan kegiatan 

Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik ATI Padang, Selasa, (31/08/2021).


Kegiatan ini, jelas Dr. Ester Edwar MP.d bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang bahaya narkotika dan penyalahgunaannya, sehingga mahasiswa dapat menempatkan diri dan menjauhi narkotika yang dapat merugikan mahasiswa sendiri. Ini adalah sosialisai bagi mahasiswa baru untuk perang terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang berdampak pada terbebasnya lingkungan pendidikan.


Lebih juh Ester mengungkapkan, kegiatan ini sebagai ajang diskusi untuk menghasilkan masukan dan pencerahan kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini kami laksanakan, 31 Agustus 2021, mulai pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.00 Wib. 


Sementara.itu, Pudir III ATI Padang Dr. Lisa Nesti, M.Si mengatakan, narkoba merupakan musuh bagi seluruh individu yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa, bahkan dapat melemahkan ketahanan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Apa jadinya, jika narkoba sudah merajalela di bumi Indonesia ini. Maka selaku generasi muda bangsa, harus tahu dampak bahaya dari.penyalahgunaan narkoba yang dapat meruak sendi- sendi kehidupan yang ditimmbulkan oleh bahaya narkoba ini,


Diharapkan dengan adanya kuliah umum tentang bahaya narkoba ini akan menjadikan banteng diri anda untuk menghadapi godaan buruk yang akan merusak diri, institusi dan negara”


Generasi muda selaku penerus bangsa dan tulang punggung bangsa dimasa mendatang, harus paham dan mengerti tentang dampak bahaya dari lenyalahgunaan barang haram itu.


"Dengan adanya kuliah umum tentang bahaya narkoba ini, akan dapat dijadikan sebagai benteng diri anda untuk menghadapi godaan buruk yang akan merusak diri, institusi dan negara”, harap Lisa Nesti.


Pada kesempatan tersebut, nara sumber Drs Kusriyanto dari Direktorat Advokasi Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam makalahnya, tentang bahaya narkoba, dengan topik, "Bersama Kita Bisa Cegah Narkoba”, dengan moderator


Dari paparan makalah nya, Kusriyanto menyayangkan, bahwa angka Prevalansi Nasional di tahun 2019, 24 dari 1.000  penduduk berumur 15 – 64 tahun terpapar karena pernah mengkosumsi narkoba.


Dari data maupun persentase tersebut, menjadi bertambah pula angka yang mengkosumsi narkoba, seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia.


Pada saat ini yang tidak kalah seriusnya adalah, ancaman perkembangan narkotika jenis baru, yaitu narkotika jenis NSP (New Psychoactive Substances) yang bentuknya meyerupai narkoba yang pernah ada, seperti kokain, ekstasi dan sebagainya. NPS sendiri pertama kali muncul di Negara Inggris ± tahun 2008, jelas Kusriyanto, 


Para pembuat narkoba itu, telah menggantikan bahan kimia dengan bahan kimia jenis baru, dengan tujuan untuk lepas dari ancaman hukuman. 


Di akhri kegiatan Kusriyanto memberikan saran, agar kita harus bisa mengendalilkan diri  terhadap sesuatu yang tidak ataupun menghindari sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri.( Rel/Atip).RDz.