Sumsel Waspada Karhutla -->

IKLAN ATAS

Sumsel Waspada Karhutla

Minggu, 12 September 2021

ilustrasi


Jakarta - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menyatakan mewaspadai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga akhir September mendatang sebab masih memasuki puncak kemarau.


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang memperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas rendah pada bulan ini di Sumsel, tetapi saat ini disebut masih musim kemarau.


Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, SA Supriono, mengatakan mereka terus mengawasi kondisi lima kabupaten yang mengalami karhutla yakni Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Kabupaten Muaraenim.


"Semua daerah menjadi perhatian. Tapi ada lima kabupaten/kota yang spesifik menjadi perhatian karena terbilang rawan," kata Supriono.


Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Lahat sempat diawasi karena pernah mengalami karhutla. Namun, pada tahun ini menurut Supriono sudah tidak ditemukan lagi titik api di kedua kabupaten itu.


BMKG memperkirakan Sumatra Selatan tetap mengalami hujan di musim kemarau pada Agustus sampai September. Hujan diprediksi tetap turun karena pengaruh fenomena Indian Ocean Dipole.


Kepala BMKG SMB II Palembang, Desindra Deddy Kurniawan, mengatakan akibat pengaruh fenomena tersebut membuat terjadi pembentukan awan di Sumatra akibat adanya massa udara dari India sebelah barat yang masuk.


"Sehingga banyak uap air, walau sekarang ada musim kemarau tapi tetap ada hujan," kata Desindra sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Kondisi itu mirip dengan cuaca dan iklim yang terjadi tahun lalu, tetapi curah hujan selama musim kemarau hanya berkisar 50 mm per dasarian atau tidak melebihi 150 mm dalam satu bulan atau kategori menengah.


Diharapkan hujan itu turut membantu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Desindra mengatakan, sebelumnya terdeteksi sejumlah titik api di Sumsel. Namun, setelah turun hujan pada 6 Agustus lalu, Sumsel kembali ke status hijau atau aman karhutla. (*)