Yusman, Seniman Pembuat Patung 6 Presiden di Istana Negara, Warga Pasaman -->

IKLAN ATAS

Yusman, Seniman Pembuat Patung 6 Presiden di Istana Negara, Warga Pasaman

Selasa, 14 September 2021
Yusman dengan latarbelakang patung hasil karyanya.


Yogyakarta - Nama seniman Yusman pastinya tidak lagi asing di telinga pencinta seni patung nasional bahkan mancanegara. Puluhan dan ratusan karyanya telah menjelmanya disebut sang maestro. 


Julukan tersebut cukup beralasan sebab berbagai karyanya telah dilahirkan dan berbagai monumen patung pun telah diciptakannya.


Lalu siapa kah dia? Yusman adalah pematung berdarah Ranah Minang, Sumatera Barat yang merintis karirnya di tanah rantau Jogjakarta. Yusman pun sering diundang presiden, bahkan lelaki ini sering pula di undang negara tetangga dan Eropa untuk menorehkan karya seninya.


Yusman dan isteri tercinta.

Yusman lahir 12 November 1964 seorang seniman Indonesia yang berprofesi sebagai pematung. Alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun 1994, Yusman telah membuat berbagai patung monumen di sejumlah daerah di Indonesia.


Pada tahun 1995, ia dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk membuat karya monumental yaitu Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat yang diresmikan oleh Presiden Soeharto. Yusman telah dipercaya untuk membuat karya-karya monumen dan patung bertaraf nasional sejak era Presiden Soeharto hingga sekarang (2018). 

Bersama patung Presideon Soekarno

Karya Monumennya telah 17 kali diresmikan oleh Presiden-Presiden RI. Mulai dari Presiden Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Yusman telah meraih 3 penghargaran rekor MURI untuk karya seni monumental yang ia buat. Salah satu yang paling fenomenal adalah pada tahun 2014. Ia dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat enam buah patung Presiden Indonesia dengan bahan perunggu untuk dipajang Istana Kepresidenan Bogor.


Yusman pun telah menghasilkan karyanya, seperti Monumen Tengku Umar Sabang (Aceh) sampai Monumen Soekarno Merauke (Irian) tahun 2019 dan beberapa patung hasil produksi Studio Patung Yusman Yogyakarta yang sekarang berada di beberapa negara seperti di Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Mexsico City dan negara lainnya.

Patung Garuda.


Seniman yang pembuat patung 6 presiden di Istana Negara Balai Kirti Bogor ini boleh dikatakan generasi ke tiga sesudah Edi Soenarso, Kasman KS, Piliang.


Menurut Dr. Suwarno Wisetrotomo,  Dosen pengajar di lnstitut Seni lndonesia (ISI) Yogyakarta, bahkan Yusman sudah sering di panggil sebagai Sang  Maestro, namun Yusman menjawab biasa-biasa saja.


Bahkan sambil senyum-senyum simpul, ketika dipanggil Maestro oleh membawa acara di Museum Afandi, bagi Yusman berkarya adalah sebagian dari hidupnya. "Sampai kapan pun saya akan tetap berkarya untuk bangsa dan negara selagi badan masih sehat," ujar Yusman suami dari Mutri Yuni Arnawati kepada fajarsumbar.com, Selasa (14/9/2021).

Patung sang Jenderal


Lelaki yang memiliki empat buah hati itu (Rizki Nanda Yusman, Santara Deva Yusman,  wahyu Intan Purnama Yusman dan Salma Reno) mengadakan pameran tunggalnya yang ke dua di Museum Afandi Jalan Solo Yogyakarta pada 2019 lalu.


Pameran itu juga dihadiri para pejabat dan para jenderal juga mantan Gububernur Banten H. Rano Karno beserta isteri. Sampai saat ini monumen dan museum yang di buat Studio Patung Yusman di Yogyakarta sudah diresmikan oleh Presiden RI. 


Beberapa waktu lalu di undang kepala Museum Kepresidenan Dewi Murwaningrum,  untuk memberikan pengarahan tentang  cara merawat patung perunggu yang ada di istana tersebut.


Museum kepresidenan Balai Kirti Bogor tersebut saat ini memiliki patung enam presiden Indonesia, yaitu Soekarno, Soeharto, Habibi, Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan Gusdur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Yusman dengan latar belakang patung hasil karyanya.

Ke enam patung presiden tersebut dibuat oleh Studio patung Yusman di Jogjakarta  pada Masa Presiden SBY th 2014 lalu dan tentunya butuh perawatan yang kontinyu serta khusus dikarenakan terbuat dari bahan yang khusus pula.


Untuk itulah Yusman diundang datang untuk memberikan pengarahan tentang cara merawat patung tersebut, sehingga tidak cacat dan sesuai dengan apa yang diharapkan serta tujuan dari kedatangan Yusman kesana.


Menurut Yusman, patung yang tingginya 1,5 kali dari tinggi asli masing-masing presiden tersebut dipesan oleh Presiden SBY untuk dipajang di museum istana negara. "Kita seniman ingin membuat patung presiden yang tidak hanya sekedar patung saja, tapi yang memiliki khas masing-masing," kata Yusman.


Kekhasan yang dimaksud oleh Yusman seperti gerak-gerik yang biasa dipakai oleh presiden. Misalnya Soekarno dikenal dengan pidato berapi-api dan tangan menjulang keatas, Gusdur dengan senyum dan gerakan tangan melambai dan Habibi dengan pose kepala yang sedikit miring. "Semuanya punya ciri khas, ciri khas ini yang ingin dibuat, Soeharto terkenal dengan senyumnya, senyum jendral," tambah Yusman.

Yusman terima piagam penghargaan. (dok rcti-network-yogyakarta)

Untuk memastikan bentuk gerak-gerik, fisik serta wajah, Yusman mengundang keluarga masing-masing Presiden untuk melihat dahulu sebelum dicetak. Sejauh ini baru keluarga Habibi dan Gusdur saja yang sudah datang dan sudah setuju dengan bentuk patung.


Menurut Yusman, untuk proses pengerjaan Yusman hanya diberikan waktu dua bulan, karena waktu yang terbatas, patung ini nantinya dibuat dari fiber terlebih dahulu untuk mengejar peresmian patung tersebut.(andy)