Sektor PMA, Beri Kontribusi Tertinggi, 57,2 % Periode November 2021 -->

Sektor PMA, Beri Kontribusi Tertinggi, 57,2 % Periode November 2021

Rabu, 03 November 2021

.

Padang, fajarsumbar.com - 
Ditengah Pandemi Covid- 19, pemerintah terus berupaya menyeimbangkan antara suplai dan diman, guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sub/sektor industri.


Dalam usaha menggerakkan proses usaha industri dimaksud, maka Kementrian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenprin RI) memberlakukan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Kemudian menerapkan izin operasional kegiatan industri atau disingkat dengan Yongki yang merupakan suatu panduan dalam melaksanakan kegiatan operasional industri pada pandemi ini.


Dengan Prokes dan izin operasi kegiatan industri yang diberlakukan pemerintah bersama pihak industri ini, ternyata usaha industri bisa berjalan dengan lancar.


Hal tersebut, dikemukakan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin RI, Arus Gunawan, ketika memberikan sambutan pada penandatangan Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MOU) antara Politeknik ATI Padang dengan Industri dan Institusi Pendidikan, melalui Platform Zoom Meeting di Kampus Politeknik ATI Padang Jalan Bungo Pasang Tabing Padang, Senin, (01/11/2021).


Lebih jauh Arus Gunawan mengatakan, dengan memberlakukan Prokes yang ketat, ternyata telah membawa keberhasilan yang positif terhadap berbagai sektor, seperti sektor Penanam Modal Asing (PMA) mampu memberikan kontribusi tertinggi pada periode November 2021 yang mencapai 57, 2 % atau angka ini tertinggi di sepanjang masa pandemi.


"Melalui sektor industri, mampu memberikan kontribusi sebesar 19, 29 %", jelas Arus, namun kontribusi yang terbesar dari sektor industri ini, yakni sektor makanan dan minuman 6, 66 %, kemudian sektor industri farmasi dan obat tradisional 1,96 %, sedangkan industri barang logam, elektronik, komputer dan peralatan listrik lainya memberikan kontribusi 1,57 %".


Begitu juga kontribusi dari sektor exspord dan pembayaran pajak mengalami peningkatan, sehingga mampu memberikan kesempatan kerja yang semakin luas", imbuh Arus.


Sementara itu, Direktur Politeknik ATI Padang Dr. Ester Edwar. MPd menyebutkan, adapun 12 Perusahaan Industri yang melakukan MOU dengan Politeknik ATI Padang  dan 1 lagi dengan Institusi Pendidikan, yakni Politeknik Pertanian Payakumbuh.


"Insya Allah, Mou ini akan menjadi pendukung dan pendorong kami dalam menyiapkan calon tenaga kerja industri yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri", harap Ester. (RDz/Rel/Atip)