Kepsek Harus Teliti Dalam Penggunaan Dana BOS, Ini Penjelasan Inspektur Pd.Pariaman -->

Adsense-ATAS

Kepsek Harus Teliti Dalam Penggunaan Dana BOS, Ini Penjelasan Inspektur Pd.Pariaman

Kamis, 23 Desember 2021

Inspektur Padang Pariaman Hendra Aswara (foto.dok.saco)


Parik Malintang
- Kepala Sekolah harus teliti dan hati-hati dalam pengelolaan administrasi sekolah, terutama masalah dalam penggunaan bantuan operasional sekolah (BOS). Untuk itu, agar para Kepala Sekolah melakukan secara baik dan profesional dalam penataan manajemen keuangan Sekolah. Hal demikian, didasarkan kepada pengawasan lebih ketat pada tahun anggaran tahun 2022 mendatang.


Hal itu ditegaskan Inspektur Padang Pariaman Hendra Aswara ketika dihubungi fajarsumbar.com, Kamis (23/12/21), sehubungan telah selesai Tim Auditor Inspektorat Padang Pariaman melakukan pemeriksaan keuangan Kepala SD dan SMP belum lama ini.


Pemeriksaan keuangan kepada Kepsek ini, kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Pelayanan Terpadu terutama pengelolaan dana BOS yang berasal dari APBN itu. Juga salah satu upaya pembinaan dengan melakukan evaluasi kinerja Kepsek selama tahun anggaran 2021.


"Tim Auditor Padang Pariaman terbagi kepada 4 (empat) titik wilayah dengan mengumpulkan kesemua Kepsek bersama Bendahara Sekolah. Pada setiap Tim Auditor berjumlah 4 sampai 5 orang itu, melakukan pemeriksaan secara detil sejak dari program RKAS mereka, penggunaan dan pembelanjaan serta pembukuan keuangan Kepsek" sebut alumni STPDN Jatinangor itu.


Ia menyatakan agar para Kepsek dalam membuat kegiatan maupun pembelajaan keuangan harus mengacu kepada Juknis Dana BOS. Bila melenceng beresiko terhadap Kepsek maupun sekolah itu sendiri.


"Jangan ada lagi pengeluaran disepakati terlebih dahulu secara berjama'ah pada tingkat Kecamatan. Padahal kegiatan dan kebutuhan masing-masing Sekolah berbeda -beda kok" tegas Hendra Aswara yang mantan Kabag Humas ini.


Ia mengingatkan Kepsek agar setiap ada pengeluaran keuangan Sekolah itu, sesegeranya melakukan pembukuan secara baik dan benar sesuai Juknis bersama Bendahara. Hindari jangan ada pula lebih dominan pula Operator dari Kepsek dalam mengendalikan administrasi. 

Apalagi, tambah dia, ada ditemukan kwintasi yang dirapelkan. Bahkan parahnya, ada perjalanan Dinas dibuat atasnya sendiri, sedangkan kegiatan itu berada di Sekolah ia sendiri pula. Kan aneh itu, makanya Kepsek harus jeli supaya terhindar dari jebakan hukum dikemudian hari.


"Sebagai contoh, kenapa jenis pembelanjaan konsumsi rapat, berkwintasi dengan stempel dari salah satu kedai buku fotocopy. Berkenaan ada sinyalemen Kepsek yang mengembalikan keuangan sekian juta, tak baguslah disebutkan nama" ucap mantan Kadis Sosial P3A itu 


Namun demikian, Hendra Aswara kembali mengingatkan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman maupun pihak lain, supaya mewanti-wanti masalah keuangan Dana BOS dari Kepsek. Tak ada istilah mengembalikan dana itu lagi masa mendatang, apabila ditemukan menyimpang. Jadi berhati-hatilah.


"Jikalau kita mau maju dalam dunia pendidikan di Daerah ini, maka letakanlah sesuatu itu pada tempatnya secara profesional sesuai kompetensi mereka. Jangan ada pemaksaan berdalih alasan, apalagi ada naik dijalan. Kasihan kita kepada Kepsek ini, sebab nanti pihak BPKP akan turun melakukan pemeriksaan dana BOS tahun 2022 depan" ungkap Inspektur termuda Sumbar itu.


Pihak Inspektorat sesuai Tupoksi telah melalukan pembinaan kesemua Kepsek, hal ini telah mendapat dukungan dari duet pasangan Bupati Suhatri Bur dan Wakil Bupati Drs.Rahmang, kata Inspektur Hendra Aswara mengakhiri.(co).