Lembaga PNGG Sumbar, Siap Salurkan Tamatan SLTA Kuliah Sambil Bekerja di Jepang -->

Adsense Atas-STIE AKBP

Lembaga PNGG Sumbar, Siap Salurkan Tamatan SLTA Kuliah Sambil Bekerja di Jepang

Jumat, 29 April 2022
Amalia Aprilia, salah seorang alumni SMAN 1 Kota Pariaman yang kuliah sambil bekerja di Jepang. Ia berfoto bersama orangtuanya dan Ketua PNGG Sumbar Yulius Danil sedang memperagakan surat menyurat jelang ke berangkatnya, Rabu 27 April 2022 kemaren (foto.dok.YD PNGG)


Padang - Menghadapi perkembangan kemajuan dunia, memang sangat diperlukan ilmu pengetahuan dan keterampilan atau skill. Apalagi bagi generasi muda milineal sekarang. Terutama sekali adanya kemauan kuat pada diri seseorang yang merupakan sebagai modal dasar untuk merobah nasib menata hidup dalam persaingan global.


Hal demikian dikemukakan Ketua Lembaga Bimbingan dan Keterampilan Bahasa Jepang "Padang Niphon Go Gakuin" (PNGG) Sumatera Barat Yulius Danil ketika bincang-bincang dengan awak media ini, usai shalat Jum'at pada salahsatu Masjid di Kota Padang, Jum'at (29/04/22), sehubungan kian ketatnya memasuki dunia kerja pasca pandemi Covid-19 bagi generasi muda sekarang ini. 


Menurutnya, seseorang anak muda harus ada terlebih dahulu mempunyai semangat kemauan untuk maju dan berkembang pada dirinya. Juga, mempunyai skill yang bisa diandalkan, setidaknya ada punya keterampilan sebagai nilai jual yang sangat dibutuhkan pangsa pasar dunia kerja. 


"Terutama penguasaan bahasa Jepang, Inggeris dan Mandarin. Juga ditopang dengan kemampuan teknik akademik dari yang bersangkutan. Kenapa demikian, disebabkan perkembangan ekonomi global yang telah merambah, itupun tak bisa dielakan, termasuk Indonesia" ucap Yulius Danil yang pernah Ketua DPRD Padang Pariaman itu. 


"Untuk itu, maka perlu disiapkan generasi muda yang punya keahlian dan skill pada bidangnya. Mau tidak mau dan suka tak suka, perkembangan pangsa pasar industri kian kencang masuk ke Indonesia pada umumnya, juga ke Sumatera Barat.


Ia menyebutkan sejak beberapa tahun terakhir, perkembangan alih teknologi dan informatika cukup deras mengalir ke Indonesia. Itu suatu fakta menunjukan sesuai perjanjian pasar bebas ekonomi antara ASEAN - China, Jepang dan Korea Selatan.


"Sehingga begitu banyak investasi dari Jepang, China dan Korea Selatan ke Indonesia ini. Yang dominan itu China dan Jepang. Tentu dengan catatan persyaratan bekerja pada Perusahaan mereka baik di Negaranya maupun di Indonesia, harus punya skill dengan diiringi kemampuan  berbahasa Jepang" sebut Yulius Danil yang pernah Ketua DPRD Padang Pariaman itu.


Menghadapi demikian, kata Yulius Danil, tak bisa kita bantah dan protes. Kenapa ? Ya, memang kemajuan teknologi begitu adanya, cepat merambah kehidupan masyarakat pada era digital ini. 


Kata dia, tantangan global ini, makanya harus disiapkan generasi muda yang produktif dengan mempunyai keterampilan menghadapi dunia kerja. Setidaknya, skill vokasi dan kemampuan berbahasa. Kalau tidak, generasi muda kita akan menjadi penonton di kampuang halamannya sendiri.


Yulius Danil mengingatkan agar pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Kabupaten dan Kota, agar mempersiapkan regulasi dan payuang hukum masalah skill dan keterampilan pada generasi muda ranah Minang.


Berbicara tentang ada program baru di PNGG yang dikelolanya, ia menawarkan "Bea Siswa Kuliah di Jepang". Kesemua biaya selama pendidikan kuliah di Jepang, ditanggung mitra kami disana, juga diberikan gaji sebesar Rp 14 juta per-bulan. 


"Begitu tamat kuliah di Peguruan Tinggi negara Sakura ini, akan langsung diterima bekerja di Jepang. Mereka akan menerima gaji sesuai standar gaji sama dengan orang Jepang. Bagi generasi muda tamatatan SLTA yang berminat ikut kuliah sambil bekerja di Jepang, maka disilahkan mendaftar pada PNGG Sumbar yang kita Pimpinan" ungkap Yulius Danil yang pernah Ketua Partai Golkar Padang Pariaman. 


Ia menyatakan adanya program kuliah sambil bekerja di Jepang ini, kita siap membantu dan memfasilitasi tamatan SLTA. Sehingga terobosan dan langkah-langkah ini, akan bisa membantu peningkatan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat yang punya nilai standar Asia.


"Dalam program ini, tak ada uang pangkal atau membayar uang duluan. Yang terpenting mau belajar bahasa Jepang dulu, dan memahami tatacara menghadapi budaya Bangsa Jepang dengan tata krama santun, jujur dan disiplin disana" jelas Yulius Danil. 


Ia menambahkan, pada angkatan pertama kita telah mengirim anak kandung dari Usman Labai ke Jepang. Ia telah setahun kuliah disana, lumayanlah gaji dia. Bahkan bila telah tamat kuliah, ia disilahkan memilih bekerja di Perusahaan mana. Itulah bedanya dengan di Negara kita ini.


"Kalau bisa para dermawan atau organisasi PKDP maupun organisasi paguyuban lainnya, sebaiknya ikutlah membantu generasi muda yang lemah ekonomi keluarganya untuk kuliah di Jepang ataupun tempat lain. Berarti kita semua, telah melakukan investasi pendidikan terhadap generasi muda Ranah Minang" ajak Yulius Danil.


Coba kita bayangkan, sebut Yulius Danil, siapakah yang bisa menjamin anak-anak kita ini, begitu tamat kuliah bisa bekerja, maka diperlukan hitung-hitung yang jelas. Telah berapa persenkah yang bekerja setelah tamat kuliah sejak tahun 2015 lalu sebagai contoh.


"Jikalau buka usaha berwiraswasta, juga butuh modal pinjaman Bank. Untuk menjadi PNS di Pemerintahan, itupun peluangnya berapa persen. Tetapi, jikalau ada jaminan setelah Wisuda kuliah di kampung kita, bahwa mereka dapat bekerja sesuai dengan disiplin akademinya atau vokasinya, itu baru hebat" tandasnya mengakhiri. (c209).