Optimis Stunting di Kota Padang Panjang Turun -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Optimis Stunting di Kota Padang Panjang Turun

Rabu, 25 Mei 2022


Pertemuan analisa pemetaan program stunting di Padang Padang Panjang, Rabu (25/5).


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Pemerintah Kota Padang Panjang  menargetkan angka stunting ditekan menjadi 16 persen pada tahun 2023 dan menjadi 14 persen pada tahun 2024. 


Sebagai upaya mewujudkan itu, pemko akan dan sudah melakukan sejumlah langkah dan program. 


Hal itu mengemuka dalam pertemuan analisa situasi dan pemetaan program Sytunting  yang digelar sejak Selasa (24/5). 


Pada hari kedua  pertemuan, Rabu (25/5) di ruang pertemuan Hotel Rangkayo Basa, Sekretaris Bappeda, Argus Sa'adah, A.P, M.Si sebagai pembicara dan fasilitator pertemuan menyebutkan dibutuhkan dukungan data dari OPD dan stakeholder terkait. 


"Semakin cepat ketersediaan data yang dibutuhkan dalam penentuan locus penurunan stunting, maka akan semakin cepat dan efisien usaha kita dalam menurunkan angka stunting di Kota Padang Panjang, " jelas Argus Sa'adah.


Dikatakan, ada 8 Aksi Integrasi yang perlu segera disinergikan, agar langkah-langkah penurunan stunting bisa efektif dan efisien. 


“Delapan aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi tersebut antara lain analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, Perwako Kewenangan Kelurahan, pembinaan kader pembangunan masyarakat, manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, dan review kinerja tahunan,” paparnya.


Sebagai tindak lanjut amanat Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan, jajaran Bappeda dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang bergerak cepat untuk penetapan lokasi focus (locus) penurunan stunting tahun 2022 ini.


Perpres ini merupakan pengganti Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan perbaikan Gizi. Sebagai informasi, data angka stunting Kota Padang Panjang menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 sebesar 20 %. 


Dinkes yang merupakan leading sektor penanganan penurunan angka stunting di Kota Padang Panjang, juga berharap dukungan dan partisipasi dari lintas OPD dan stakeholder terkait dapat segera memenuhi data-data yang dibutuhkan dalam pekan ini. 


Kepala Dinkes, dr. Faizah mengajak seluruh stakeholder untuk saling mendukung dalam usaha penurunan angka stunting sesuai peran masing-masing. 


"Kita optimis angka stunting di  Padang Panjang bisa  turun hingga 14 persen pada tahun 2024," kata Faizah. (syam)