Terbang dari Puncak Lawang, Galih Gani Remaja Penerbang Paralayang Hilang di Agam -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

Terbang dari Puncak Lawang, Galih Gani Remaja Penerbang Paralayang Hilang di Agam

Minggu, 08 Mei 2022

 

Ilustrasi remaja penerbang paralayang hilang kontak di Agam, Sumbar.

LUBUKBASUNG, - Remaja penerbang paralayang asal Pekanbaru, Riau hilang kotak di Jorong Buaian Lawang, Nagari Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten AgamSumatera Barat, Jumat (6/5/2022). Pencarian masih dilakukan BPBD Agam melibatkan Basarnas Pasaman Barat dan Limapuluh Kota hingga Sabtu (7/5/2022).


Pelaksana Tugas Kepala BPBD Agam Rinaldi mengatakan, pencarian pagi ini di wilayah arah angin saat korban terbang atau tepatnya di kawasan hutan, Kecamatan Palembayan.


"Saya sudah berkoordinasi dengan Basarnas Pasaman Barat dan Basarnas Limapuluh Kota untuk mencari keberadaan Galih Gani Irawan (16). Dia merupakan warga Kompleks Rajawali V Lanud Roesmin Nurjadin Pakanbaru," ujarnya, Sabtu (7/5/2022), sebagaimana dikutip iNews.id.


Pencarian juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Satgas BPBD Agam, Satpol PP Damkar, Kodim 0304 Agam, Polres Agam, kelompok paralayang dan lainnya.


"Tim bakal menelusuri kawasan hutan tersebut dan berharap korban segera ditemukan dengan kondisi selamat," katanya.


Sebelumnya, BPBD Agam telah berkoordinasi dengan seluruh wali nagari atau kepala desa adat di sekitar Danau Maninjau terkait melihat keberadaan korban. Selain itu, juga menanyakan kepada warga apakah melihat paralayang turun atau landing di Danau Maninjau.


"Wali nagari dan masyarakat tidak ada melihat paralayang landing di dalam danau sehingga kami melakukan pemetaan ke arah angin," katanya.


Dia mengakui korban beserta pengunjung lainnya terbang dari Objek Wisata Puncak Lawang Kecamatan Matur pada Jumat (6/5/2022) pukul 11:00 WIB.


Saat itu korban menikmati keindahan Danau Maninjau dari udara dan sekitar pukul 15.00 WIB. Korban hilang kontak dengan tim pengawas di Puncak Lawang.


Tim pengawas mencoba menghubungi namun tidak membuahkan hasil sehingga melaporkan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Agam pukul 19.00 WIB.


"Diperkirakan korban tidak bisa melihat tempat turun atau landing akibat kabut tebal melanda daerah itu," ucapnya.(*)