2 CJH Payakumbuh Bergabung dengan CJH dari Ujung Pandang -->

Adsense Atas-STIE AKBP-10 MEI 2022

2 CJH Payakumbuh Bergabung dengan CJH dari Ujung Pandang

Sabtu, 04 Juni 2022
Dasril Idrus Zainun dan Desmarni Ibnu Hajar 


Payakumbuh, fajarsumbar.com -- Musim haji telah tiba, kloter pertama secara resmi dilepas Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (04/06/2022) di asrama haji Pondok Gede. Demikian juga di daerah. Di embarkasi haji Padang, kloter pertama dengan 393 jemaah dan 2 TPIHI dilepas Kakanwil bersama Gubernur Sumbar.


Demikian juga halnya dengan Pemko Payakumbuh dan Kankemenag, saat ini sedang intens mempersiapkan keberangkatan 123 orang Calon Jemaah Haji (CJH) dan sudah dilepas resmi Pemko Payakumbuh, Selasa (31/05/2022) pagi. 


Berdasarkan informasi dari Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh, H. Ramza Husmen, Sabtu (04/06/2022) siang usai membuka AKSIORA di aula serbaguna kankemenag, bahwa CJH akan masuk asrama haji pukul 19.00 malam.


"Insya allah, CJH kita akan berkumpul dan dilepas di gelanggang oleh Pemko Payakumbuh. Usai salat zuhur, sekira pukul 13.00 bus akan bertolak menuju Padang bersama panitia pengantar CJH. Arakan bus dan pengantar jemaah dikawal langsung voreigder Polres Payakumbuh bersama patwal Dishub, dan mobil kesehatan. Bertolak dari gelanggang menuju simpang Benteng trus ke kaniang Bukikenuju simpang Napar. Selanjutnya menuju simpang Bunian menuju simpang Muhammadiyah arah tugu adipura. Dan bertolak menuju Padang,"terang Ramza Husmen.


"Arakan selanjut akan beristirahat sejenak di mesjid kompleks INS Kayu Tanam. Terus menuju embarkasi haji Padang,"pungkas Ramza Husmen.


Saat ditanya terkait CJH Kota Payakumbuh yang terpisah keberangkatannya sebanyak 2 orang, dan bergabung dengan kloter VIII,  Ramza Husmen membenarkan kondisi tersebut.


"Ketika dilakukan evaluasi saat penyampaian materi manasik  kita bersyukur jamaah mengakui sudah mantap dengan Ilmu manasik yang disampaikan narasumber. Termasuk 2 CJH yang terpisah keberangkatan. Tentang jamaah kita suami isteri yang terpisah berangkat, itulah kondisinya. Dan insya allah aman. Sudah menjadi tanggungan pemerintah. Saat kita tanya kepada pasangan cadangan, berhubung visanya tak terkejar dan tak bisa gabung dengan kawan-kawan kloter V bagaimana ?. Pertanyaan itu langsung dijawab, bahwa mereka siap bergabung dengan sesama anak bangsa (sebangsa Indonesia. Itu jawaban beliau yang meyakinkan kami,"terang singkat Ramza Husmen, kala itu.


Secara teknis, media mencoba menghubungi Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Sri Yusnita.


Diterangkan pejabat wanita eselon IV yang akrab disapa Sri, bahwa ada 123 CJH Kota Payakumbuh yang akan tergabung dalam kloter V embarkasi Padang bergabung dengan cjh dari sejumlah daerah. Awalnya 124 CJH, namun ada satu CJH yang meninggal dunia. Insya allah semua CJH kita siap untuk menunaikan rukun islam kelima. Adapun persiapan yang sedang dilaksanakan saat ini adalah menunggu SPMA, dan Senin CJH akan ikuti tes PCR di puskesmas tempat CJH berdomisili,"terang Sri.


Terkait adanya 2 CJH Payakumbuh yang terpisah keberangkatannya. Sri pun membenarkan kondisi itu. Namun, Kepala Kankemenag selalu berupaya agar kedua cjh bisa berangkat bersama kloter Sumbar.


"Ya, ada 2 CJH Kota Payakumbuh yang terpanggil naik porsinya dari cadangan. Mereka adalah Dasril Idrus Zainun dan istrinya Desmarni Ibnu Hajar. Keduanya tergabung dalam kloter VIII. Namun tidak memenuhi kuota satu pesawat. Informasi terbaru, kloter VIII akan bergabung dengan kloter dari embarkasi Ujung Pandang - Sulawesi. Kemungkinan, CJH Ujung Pandang akan transit di BIM bergabung dengan kloter VIII embarkasi Sumbar. Saat ini, kedua CJH kita ini sedang menunggu visa dari Arab Saudi,"papar Sri.


"Kepada kedua CJH kita yang tergabung dalam kloter VIII, agar tetap semangat. Karena pemerintah menjamin kenyamanan jemaah haji pergi dan pulang dari tanah suci kembali ke tanah air. Saat kami konfirmasi, kedua CJH kita tersebut siap untuk berangkat haji,"pungkas Sri.


Terpisah, CJH cadangan yang terpanggil menunaikan ibadah haji tahun ini, Dasril Idrus Zainun dan istrinya yang berdomisili di kelurahan Padang Tiakar, kecamatan Payakumbuh Timur, menyatakan bahwa mereka siap untuk menunaikan haji.


Pengakuan Dasril dan istrinya, Mereka mendaftar haji tahun 2011, lalu. Dan mereka adalah jemaah tertunda tahun 2020, karena pandemi covid-19. Dan terpanggil tahun ini, naik dari porsi cadangan.


"Terserah pemerintah, dan insya allah kami siap saja. Intinya kami bisa wukuf di Padang Arafah. Kalaupun harus bergabung dengan CJH luar Sumbar, tidak apa-apa !. Mereka adalah saudara seiman dengan kita, dan punya niat sama, menunaikan rukun islam kelima setelah sekian tahun menunggu,"singkat Dasril ayah dari 3 anak ini.(Ul)